AI Menaikkan, Bukan Menurunkan, Tagihan Medis Anda, Laporan PwC

TL;DR: Kamu mungkin pikir AI bakal nurunin biaya kesehatan—misalnya dengan ngurangin kertas kerja, ngetik catatan dokter otomatis, atau kurangi staff rumah sakit. Tapi laporan baru dari PwC sepanjang 60 halaman malah bilang kebalikannya: Sampai saat ini, salah satu pemakaian AI yang paling umum malah bikin tagihan medis lebih besar. Ini contoh gimana AI gak cuma jago bikin kerjaan lebih efisien—tapi juga jago banget nyari cara-cara detail buat nambah untung suatu sektor.

Apa yang terjadi: Menurut PwC, AI adalah salah satu dari lima pendorong potensial naiknya biaya kesehatan sampe 9% di tahun 2027—sama kayak tahun ini, yang merupakan yang tertinggi sejak 2010–11. Alasan utamanya: Alat catat AI mendokumentasikan lebih banyak detail soal diagnosa dan komplikasi medis, yang biasanya kalau dokter lagi buru-buru digabung jadi satu “kode” besar—label tagihan standar yang kasih tau asuransi harus bayar berapa. Detail ekstra ini bisa bikin kode jadi lebih parah (baca: bayaran lebih tinggi), meskipun perawatan pasien sebenarnya sama saja.

Masalahnya ada di detail tagihan: Salah satu analisis Blue Cross Blue Shield nemuin bahwa kode tagihan untuk anemia akut pasca-pendarahan pada ibu baru naik dari 4% jadi 12,3% dari semua pasien maternitas antara 2022 sampe 2025. Sementara jumlah transfusi darah (perawatan umum untuk kondisi ini) hampir gak berubah. Audit di sistem rumah sakit yang paling tinggi kenaikan kode ini nemuin bahwa kurang dari 20% kasus bener-bener memenuhi kriteria klinis untuk diagnosa itu. Kenaikan kode intensitas tinggi ini berbarengan dengan makin banyaknya rumah sakit pakai AI buat tagihan. Menurut BCBS, “intensitas kod” nambah $22 juta ke pengeluaran maternitas di rumah sakit yang diteliti dalam tiga taun.

MEMBACA  Synopsys (SNPS) Hentikan Panduan Setelah Pemberitahuan Ekspor BIS China

Tapi tenang: AI adalah tekanan baru peringkat teratas di laporan itu, tapi bukan pendorong biaya terbesar secara keseluruhan—hal-hal lama kayak biaya tenaga kerja dan perlengkapan masih nyumbang lebih banyak kenaikan, kata salah satu penulis laporan ke Healthcare Dive. Dan alat AI mungkin suatu saat bisa melawan arus ini, dengan nge-downkan biaya lewat otomatisasi kerja administrasi rumah sakit atau nangkep diagnosa lebih awal.

Intinya: AI sering dijual sebagai cara buat ngoptimalin industri mana pun—ngurangin sampah dan bikin sistem lebih cepet dan murah. Tapi di kesehatan, salah satu hal pertama yang dioptimalkannya adalah cara nge-charge kamu lebih mahal. Kayak kata seorang bos asuransi: Perusahaan “akan ambil AI dan bilang, ‘Gimana caranya saya bisa pakai ini buat kepentingan saya sendiri?'” —WK

Laporan ini pertama terbit di Tech Brew.
Berlangganan Fortune Gulf Brief. Setiap Selasa, buletin baru ini ngasih informasi jelas dan berwibawa soal kesepakatan, keputusan, kebijakan, dan perubahan kekuatan yang bentuk salah satu wilayah paling penting di duania, ditulis buat orang yang perlu bertindak. Daftar di sini.

Tinggalkan komentar