Sabtu, 11 April 2026 – 09:14 WIB
Jakarta, VIVA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan cuma kebijakan sosial bagi-bagi makanan. Program ini menurut mereka adalah mesin pertumbuhan ekonomi baru yang sedang mengubah lanskap bisnis di daerah.
Executive Director Kadin Indonesia Institute, Mulya Amri, menegaskan MBG telah memberikan efek positif bagi perekonomian di sektor riil. “Sebelum program MBG, stok ayam dan telur kita berlebih. Sekarang malah kekurangan, sampai harga telur jadi lebih tinggi. Kita sedang mendorong produksi lebih banyak lagi,” kata Mulya dalam keterangannya, Jumat, 10 April 2026.
Menurutnya, ini adalah kesempatan bagus buat peternak ayam dan petani sayur di daerah, karena program ini merupakan berkah ekonomi yang nyata.
“Makanya, Kadin Institute menyampaikan pesan kuat kepada pengusaha daerah untuk bertransformasi,” ujarnya.
Seorang peternak ayam petelur di Kadi Pada, Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya, Benedictus Dalupe, adalah salah satu contoh pengusaha lokal yang memulai usahanya saat program MBG berjalan. Dia melihat langsung bagaimana perekonomian di daerahnya berubah sejak ada program ini.
“Kami adalah salah satu pemasok bahan baku telur untuk SPPG atau dapur MBG di kecamatan sini. Kami saat ini masih tahap pengembangan, jadi baru bisa memasok secara rutin ke satu dapur,” kata Benedictus.
Saat ini, pihaknya memasok sekitar 20-25 ikat telur, kira-kira lebih dari 3000 butir. Dalam seminggu, dia biasa mengirim sekitar tiga kali secara rutin pada hari Minggu, Selasa, dan Kamis.
“Memang, kemampuan rutin kami baru untuk satu SPPG. Ada SPPG lain yang minta, tapi karena stok terbatas kami prioritaskan satu saja,” ujar Benedictus.
Secara fakta, sekitar 95 persen kebutuhan telur di Sumba Barat Daya, baik untuk rumah tangga, industri, maupun toko, masih dipenuhi peternak dari Pulau Jawa.
Setelah adanya MBG, baru mulai muncul minat dari pengusaha atau peternak lokal di Sumba Barat Daya untuk mengembangkan peternakan ayam petelur. Karena itu, Mulya mendorong pengusaha lokal untuk manfaatkan kesempatan ini.
“Ayo pengusaha daerah, lakukan perubahan. Kalau dulu fokus di konstruksi, sekarang ambil peluang di industri makanan, kesehatan, dan pertanian,” pesannya.