Gencatan Senjata yang Tak Pernah Terjadi: Alasan Trump dan Iran Tak Sepakat pada Syarat yang Sama

Kesepakatan gencatan senjata yg rapuh dalam perang Iran yg memungkinkan perundingan perdamaian jangka panjang antara Amerika Serikat dan Iran terancam batal. Ini setelah Tehran menuduh pemerintahan Trump melakukan pelanggaran besar.

Tapi, keruntuhan yg cepat ini mungkin tidak sepenuhnya mengejutkan. Soalnya, kedua belah pihak tidak terlihat bisa setuju bahkan pada garis besar isu-isu penting yg didiskusikan.

Apakah Iran menggunakan militernya untuk mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz berarti mereka masih menguasai jalur air itu? Bagaimana dengan stok uranium yang diperkaya milik Iran?

Apakah gencatan senjata dua minggu ini juga berlaku untuk serangan Israel ke Lebanon? Mungkinkah Iran mendesak dapat keuntungan finansial besar, penghapusan sanksi internasional, bahkan penarikan pasukan AS dari Timur Tengah hanya agar perundingan tetap berjalan?

Dari awal, jawabannya tergantung pada siapa kamu berbicara.

Selat Hormuz

Presiden Donald Trump menulis di media sosialnya Selasa malam bahwa gencatan senjata bergantung pada persetujuan Iran untuk “PEMBUKAAN SELAT HORMUZ YG LENGKAP, SEGERA, dan AMAN.” Selat ini adalah jalur keluar dari Teluk Persia tempat seperlima minyak dunia diangkut di masa damai.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth berkata Rabu di Pentagon bahwa selat itu terbuka dan militer AS “ada di sekitar” wilayah itu untuk memastikan. Tapi, beberapa jam kemudian, Iran umumkan selat itu ditutup lagi sebagai balasan atas serangan Israel di Lebanon.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt bilang kemudian bahwa Iran harus buka jalur air itu “segera, cepat, dan aman.”

Bahkan jika itu terjadi, Iran bilang lalu lintas kapal bisa lanjut hanya di bawah pengelolaan militernya. Artinya, Tehran tetap bisa bilang mereka mengendalikan selat itu, jadi punya pengaruh politik dan ekonomi global yg penting. Mereka juga bisa tarif biaya mahal pada kapal yg lewat, menghasilkan milyaran pendapatan baru dengan cepat.

MEMBACA  Vietnam Berencana Memperketat Hak-hak Pekerja, Bantuan Luar Negeri, Laporan Mengatakan Oleh Reuters

Leavitt bilang Trump menentang tarif tol untuk kapal yg lewat selat itu.

Pengayaan Uranium

Iran bilang rencana damai mereka termasuk “penerimaan AS” atas pengayaan uranium untuk program nuklir Tehran. Tapi ini akan merusak salah satu tujuan utama Trump sejak perang mulai: Iran tidak boleh pernah boleh kembangkan senjata nuklir.

Trump beri penilaian beda. Ia tulis di Rabu bahwa perjanjian damai akan mengharuskan AS bekerja sama dengan Iran untuk “menggali” uranium yg diperkaya. Pemerintahan Trump bilang material itu dikubur akibat serangan gabungan AS-Israel bulan Juni.

Tapi yg dikatakan presiden dari Partai Republik ini beda dengan kata Hegseth. Kepala Pentagon itu bilang Tehran akan “memberikannya pada kami secara sukarela” atau AS mungkin lakukan “sesuatu seperti” serangan musim panas lalu, saat AS dan Israel bom situs nuklir Iran.

Leavitt bilang mengakhiri semua pengayaan uranium Iran tetap jadi “garis merah” untuk Trump dan Tehran telah memberi tanda mereka bersedia menyerahkan material seperti itu.

Lebanon

Iran juga bilang menghentikan permusuhan di Lebanon, tempat Israel meningkatkan serangan secara dramatis beberapa minggu terakhir, akan menjadi bagian dari perundingan damai yg lebih besar.

Ini sesuai dengan yg dikatakan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yg negaranya adalah moderator kunci dalam proses perdamaian. Saat umumkan gencatan senjata antara Iran dan AS di X, ia bilang itu akan berlaku juga untuk Lebanon.

Tapi Trump tunjukkan Lebanon bukan bagian dari gencatan senjata. Leavitt bilang hal yg sama.

Ini sejalan dengan pernyataan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yg bilang penghentian serangan dua minggu di Iran tidak termasuk perang dengan Hezbollah di Lebanon.

Poin Kunci Lain dari Rencana Damai

Ketika Iran pertama tawarkan rencana damai 10 poin untuk hentikan perang hari Senin, Trump sebut itu “tidak cukup baik.”

MEMBACA  Ribuan berduka atas meninggalnya atlet Olimpiade Uganda yang dibunuh oleh mantan pasangannya

Tapi lalu, sekitar 90 menit sebelum batas waktu Selasa malam untuk mulai serangan AS skala besar ke jembatan dan jaringan listrik Iran, presiden umumkan gencatan senjata dua minggu dan deskripsikan proposal Iran sebagai “dasar yg bisa digunakan untuk bernegosiasi.”

“Hampir semua berbagai poin perselisihan masa lalu telah disetujui antara Amerika Serikat dan Iran,” tulis Trump, jelaskan kenapa ia mundur dari ancaman serangan besar ke target non-militer.

Iran tampak menolak itu hari Rabu, bilang negosiasi dengan AS “tidak masuk akal.”

Tidak jelas apa yg sedang dibahas kedua belah pihak.

Leavitt hanya bilang bahwa Iran “awalnya mengajukan rencana 10 poin yg pada dasarnya tidak serius, tidak bisa diterima, dan sama sekali dibuang” dan itu “benar-benar dibuang ke tempat sampah” oleh Trump.

Tapi, katanya, Iran kemudian “mengakui realita” dan “mengajukan rencana yg lebih masuk akal dan sepenuhnya berbeda” yg bisa diselaraskan Trump dan negosiator AS dengan proposal 15 poin mereka sendiri.

Leavitt tidak beri detail tentang apa yg Iran tawarkan untuk diubah, dan pejabat Amerika tidak banyak bicara tentang rencana mereka karena takut bisa membahayakan perundingan dengan Iran.

Hal yg memperumit adalah Iran telah merilis serangkaian rencana 10 poin untuk pandu negosiasi, dengan banyak versi yg sedikit berbeda, seringkali tergantung apakah ditulis dalam bahasa Inggris atau Farsi.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran bilang “Amerika Serikat, pada prinsipnya, telah berkomitmen pada” serangkaian poin kunci — banyak di antaranya tampaknya tidak mungkin, mengingat posisi AS yg sudah lama.

Mereka bilang AS siap jamin perdamaian abadi dan tidak ada serangan baru, kelanjutan kontrol Iran atas selat, penerimaan bahwa Iran bisa perkaya uranium, dan penghapusan semua sanksi ekonomi dan sanksi lain AS dari Iran. Itu termasuk, katanya, pembatasan pada entitas internasional yg berbisnis di negara itu, serta resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap pemerintah di Tehran.

MEMBACA  Satu Tahun di HP: Prioritas Pimpinan Eropa Utara pada April 2026

Dewan itu juga bilang AS telah setuju pada prinsipnya untuk akhiri pengawasan internasional atas program nuklir Iran, untuk ganti rugi Iran atas kerusakan perang, gencatan senjata yg berlaku ke Lebanon, dan penarikan semua pasukan tempur AS dari wilayah itu.

Yg terakhir itu akan sangat luar biasa, mengingat AS telah mempertahankan jaringan pangkalan militer di Teluk Persia selama beberapa dekade — sejak akhir Perang Teluk 1991 dengan Irak. Pencabutan semua sanksi juga tampaknya prospek yg tidak mungkin disetujui AS.

Detail tentang Proposal Damai AS Sangat Sedikit

Trump tolak banyak poin itu sebagai “PENIPUAN.” Leavitt anggap itu sebagai “daftar keinginan Iran.”

Dalam postingan online, ia bilang “hanya ada satu kelompok ‘POIN’ yg berarti yg bisa diterima Amerika Serikat, dan kami akan mendiskusikannya di belakang pintu tertutup selama Negosiasi ini.”

Tinggalkan komentar