Fondasi Ekonomi Indonesia Kukuh di Tengah Tekanan Global

Jakarta (ANTARA) – Fundamentil ekonomi Indonesia tetap kokoh meski ada tantangan global, dengan pertumbuhan stabil, inflasi terkendali, dan surplus perdagangan yang terjaga, kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara pada Rabu.

Dalam pernyataan dari Jakarta, Nazara menyebut perekonomian terus berkembang sekitar 5 persen, sementara inflasi tetap berada di kisaran target pemerintah dan neraca eksternal tetap kuat.

Inflasi tahunan mencapai 3,48 persen year-on-year pada Maret 2026, sedangkan neraca perdagangan mencatat surplus US$1,27 miliar pada Februari, menandai 70 bulan beruntun surplus.

“Kami telah mencatat surplus perdagangan selama 70 bulan berturut-turut, atau lebih dari lima tahun, sementara cadangan devisa tetap memadai dan sektor manufaktur terus berkembang,” ujarnya.

Nazara mengatakan pemerintah menjalankan strategi pembangunan yang konsisten dan terarah untuk menghadapi ketidakpastian global serta menghindari jebakan pendapatan menengah.

Strategi ini dibangun atas lima prioritas utama, dimulai dari meningkatkan produktivitas tenaga kerja melalui investasi modal manusia, termasuk pendidikan, layanan kesehatan, dan perlindungan sosial.

Kedua, fokus pada pembangunan infrastruktur untuk memperluas akses layanan dasar serta memperkuat ketahanan pangan dan energi.

Ketiga, pemerintah mendorong reformasi kelembagaan untuk membangun birokrasi yang efektif dan kredibel yang mampu menghasilkan regulasi berdampak.

Prioritas keempat adalah memperkuat kebijakan makroekonomi agar tetap adaptif dan responsif terhadap perkembangan global.

Kelima, berpusat pada menjaga stabilitas politik dan keamanan, yang oleh Nazara disebut sebagai prasyarat bagi kemajuan ekonomi berkelanjutan.

Dia menyatakan pilar-pilar ini dirancang untuk memperkuat ketahanan dan mendukung pertumbuhan jangka panjang di tengah tekanan eksternal.

Pemerintah juga bertujuan mempertahankan kepercayaan investor dengan menjaga pengelolaan fiskal dan moneter yang prudent.

Nazara menekankan bahwa kredibilitas sangat krusial untuk menerapkan kebijakan ini secara efektif.

MEMBACA  Pefindo Meningkatkan Peringkat PT Semen Baturaja

“Ini merupakan aset vital dan esensial bagi semua institusi yang mengelola kebijakan fiskal, moneter, dan investasi,” jelasnya.

Berita terkait: MPR serukan penguatan energi dan ekonomi di tengah ketegangan Timur Tengah

Berita terkait: Indonesia pertahankan batas defisit 3 persen di tengah bayangan perang Timur Tengah

Penerjemah: Imamatul Silfia, Raka Adji
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar