Jakarta (ANTARA) – Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa Indonesia berada dalam situasi yang lebih baik dibandingkan negara-negara lain di tengah krisis di Timur Tengah yang telah mendorong kenaikan harga energi global.
“Apa yang kita alami sekarang, krisis di Timur Tengah yang telah mendongkrak harga energi lebih tinggi, adalah sesuatu yang harus kita akui dan syukuri, karena kondisi bangsa kita jauh lebih baik daripada negara-negara lain,” ujarnya dalam rapat kabinet di sini pada Rabu.
Prabowo mengatakan bahwa berdasarkan data dan laporan yang diterimanya dari para menteri, kondisi dalam negeri masih relatif aman, meskipun tantangan dan kesulitan tetap ada.
Kepala Negara mencatat bahwa krisis Timur Tengah telah menyebabkan lonjakan harga energi, tetapi Indonesia masih dianggap mampu mengelola dan mengurangi dampaknya.
“Setelah meninjau angka-angka dan menerima laporan dari para menteri, ternyata kondisi kita cukup aman. Ada tantangan dan kesulitan, tapi kita mampu menghadapi dan mengatasinya,” katanya.
Dalam pernyataannya, Prabowo juga menyoroti pentingnya mengelola sumber daya alam sebagai faktor mendasar dalam kehidupan suatu bangsa.
Dia mengatakan prinsip ini telah ditekankan oleh para pendiri negara melalui Undang-Undang Dasar 1945, yang mengamanatkan bahwa tanah, air, dan sumber daya alam dikuasai oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
“Ada negara yang kaya minyak dan gas tetapi kekurangan air. Yang ingin saya sampaikan adalah bahwa hal-hal ini sangat penting dan mendasar, dan telah ditegaskan oleh para founding fathers kita,” ujarnya.
Presiden Prabowo mengumpulkan anggota Kabinet Merah Putih, termasuk para menteri, wakil menteri, dan pejabat eselon I, di Istana Presiden Jakarta untuk memberikan pengarahan secara langsung.
“Presiden Prabowo merasa penting untuk menyampaikan ini secara langsung kepada semua pejabat eselon I, karena kita adalah satu kesatuan,” kata Kepala Biro Komunikasi Pemerintah, Angga Raka Prabowo.
Berita terkait: Konflik Timur Tengah pengaruhnya kecil buat perbankan Indonesia: OJK
Berita terkait: Indonesia cari sumber nafta alternatif karena risiko pasokan dari Timur Tengah
Penerjemah: Fathur, Kenzu
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026