Indonesia Genjot Kampanye Efisiensi Energi dan Kebijakan Kerja dari Rumah

Jakarta (ANTARA) –

Menteri Ketenagakerjaan Indonesia, Yassierli, menyatakan pemerintah akan bermitra dengan Badan Pengelola Investasi (Danantara) dan Kementerian Dalam Negeri untuk mempromosikan efisiensi energi di berbagai perusahaan di tengah ketegangan geopolitik global.

Dia mengatakan kampanye ini akan menyasar Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan perusahaan swasta untuk mengoptimalkan penggunaan energi sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional.

“Saya melihat program optimasi energi ini harus dijalankan secara masif. Kami akan berkolaborasi dengan Danantara dan Kemendagri untuk kampanye yang lebih efektif,” kata Yassierli di Jakarta, Rabu.

Kemnaker mendorong praktik manajemen energi berkelanjutan di semua sektor, termasuk perusahaan di bawah Danantara dan yang diawasi oleh Kementerian Dalam Negeri.

Sebagai bagian dari upaya ini, kementerian mengeluarkan surat edaran yang mendorong perusahaan menerapkan pengaturan kerja-dari-rumah (WFH) satu hari per minggu untuk mengurangi konsumsi energi di tempat kerja.

Kebijakan ini diatur dalam Surat Edaran Nomor M/6/HK.04/III/2026 tentang Work From Home dan Optimalisasi Pemanfaatan Energi di Tempat Kerja.

Yassierli mengatakan kebijakan WFH berlaku efektif per 1 April 2026, dimana perusahaan diperbolehkan menentukan jadwal pelaksanaannya sesuai kebutuhan operasional spesifik mereka.

Langkah ini mengikuti arahan dari Presiden Prabowo Subianto dan bertujuan memperkuat keamanan energi nasional sekaligus mempromosikan pola kerja yang produktif, adaptif, dan berkelanjutan.

“Ketahanan energi sangat kritis bagi Indonesia dan memerlukan kolaborasi,” tambah Yassierli, mencatat bahwa diperlukan langkah-langkah sistematis untuk penggunaan energi di tempat kerja.

Ia menekankan bahwa upah dan hak karyawan harus tetap tidak berubah dibawah pengaturan WFH, termasuk tidak ada pengurangan hak cuti tahunan.

Namun, pengecualian berlaku untuk sektor-sektor penting seperti energi, kesehatan, infrastruktur, layanan publik, ritel dan perdagangan, manufaktur, jasa, makanan dan minuman, transportasi dan logistik, serta keuangan.

MEMBACA  Pelatih Irak Berkeyakinan Siap Rebut Tiket Piala Dunia 2026, Tak Takut Hadapi Timnas Indonesia!

Berita terkait: Indonesia implements Friday WFH for civil servants to cut energy use

Berita terkait: Indonesia rolls out Friday WFH policy to boost energy efficiency

Berita terkait: Govt ensures public services not disrupted by one-day WFH scheme

Penerjemah: Muhammad Harianto, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar