BRIN Serukan Pembuatan Basis Data Nasional Autisme untuk Kebijakan yang Lebih Tepat

Jakarta (ANTARA) – Lembaga Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pembuatan data autisme nasional yang terintegrasi untuk memperkuat kebijakan, layanan, dan perencanaan sumber daya. Hal ini disampaikan menyusul belum adanya survei nasional yang komprehensif.

Rozana Ika Agustiya, peneliti di Pusat Riset Kesehatan dan Gizi BRIN, menyatakan angka autisme saat ini masih perkiraan, sehingga membatasi perancangan kebijakan dan intervensi yang efektif.

"Kalau kita tahu jumlah dan penyebarannya, kita bisa merencanakan layanan, tenaga kerja, dan anggaran. Tanpa data, kebijakan beresiko meleset dari sasaran," ujarnya pada Kamis.

Agustiya mencatat, data yang kuat akan membantu memetakan kebutuhan di berbagai kelompok usia, dari anak usia dini hingga remaja, sehingga intervensi bisa lebih tepat.

Data yang terbatas, tambahnya, berkaitan dengan tantangan lebih luas seperti terlambatnya deteksi, rendahnya kesadaran orang tua, dan kurangnya tenaga terlatih di layanan kesehatan dasar.

Akses terapi masih belum merata, terutama di luar kota besar. Anak dengan autisme membutuhkan berbagai intervensi, seperti terapi wicara, okupasi, dan perilaku, tapi fasilitas dan profesional tidak tersebar merata di seluruh Indonesia.

Layanan seringkali terfragmentasi, memaksa keluarga mengurus banyak penyedia layanan, yang menambah beban finansial dan logistik.

Meski asuransi kesehatan nasional (JKN) menanggung beberapa layanan, keluarga masih menghadapi biaya transportasi, pengasuhan, dan alat bantu. Seringkali, salah satu orang tua harus mengurangi jam kerja.

Stigma sosial juga masih ada, dengan anak autis kadang dicap "nakal" dan orang tuanya disalahkan atas pola asuh yang dianggap kurang baik.

Agustiya menekankan bahwa perawatan autisme melampaui layanan medis, dan membutuhkan dukungan kuat dari keluarga serta komunitas.

Orang tua memainkan peran kunci dalam melanjutkan terapi di rumah, ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini untuk meningkatkan perkembangan dan adaptasi sosial.

MEMBACA  Pencetak Laser Terbaik yang Pernah Saya Coba (2026): Brother, HP, dan Lainnya

BRIN, tambahnya, dapat berkontribusi dengan mendukung survei nasional dan integrasi data lintas sektor untuk memperkuat pembuatan kebijakan berbasis bukti.

Menyambut Hari Peduli Autisme Sedunia pada 2 April, ia menekankan perlunya pendekatan sistematis berbasis data. Setiap anak dalam spektrum autisme memiliki potensi unik yang harus dikembangkan keluarganya secara individual.

Berita terkait: BRIN kembangkan teknologi pembersih air terkontaminasi logam berat
Berita terkait: Tempe Indonesia masuk pasar Amerika Latin lewat perjanjian dengan Chili

Penerjemah: Sean Filo Muhamad, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar