Jakarta (ANTARA) – Indonesia berencana memulangkan jenazah tiga prajurit yang gugur di Lebanon pada hari Jumat atau Sabtu, karena keterbatasan penerbangan dari kawasan konflik memperlambat penjadwalan.
Kepala Biro Penerangan Kementerian Pertahanan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, menyatakan pihaknya menargetkan keberangkatan hari Jumat, namun bisa bergeser ke Sabtu tergantung ketersediaan penerbangan.
Dia menambahkan, waktu kepulangan masih belum pasti karena opsi penerbangan komersial maupun militer dari Lebanon saat ini sangat terbatas, menyusul konflik yang tengah berlangsung di wilayah tersebut.
Sirait menyebut jenazah saat ini disimpan dengan aman di Rumah Sakit Saida di Lebanon, dimana persiapan pemakaman sedang dilakukan sebelum diterbangkan kembali ke Indonesia.
Menyangkut serangan Israel di Lebanon selatan yang menewaskan tiga pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di UNIFIL pada akhir Maret 2026, Duta Besar Indonesia untuk PBB, Umar Hadi, telah menyerukan investigasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang cepat, menyeluruh, dan transparan.
Jakarta juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk memantau dengan ketat penyelidikan tersebut dan bertindak tegas atas temuan-temuannya, sembari menuntut akuntabilitas hukum bagi pelaku dan menolak kekebalan apapun bagi serangan yang menargetkan pasukan perdamaian.
Berbicara dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Selasa, Hadi dengan tegas mengutuk serangan terhadap pasukan UNIFIL yang terjadi pada 29 dan 30 Maret.
Indonesia juga menyerukan semua pihak untuk menghentikan permusuhan dan mematuhi hukum internasional guna menjamin keselamatan personel dan aset PBB.
Hadi menyatakan keselamatan pasukan perdamaian harus tetap menjadi prioritas utama melalui langkah-langkah darurat untuk memperkuat perlindungan di tengah konflik yang meningkat di lapangan.
Langkah-langkah tersebut termasuk meninjau ulang protokol keamanan dan mengaktifkan rencana evakuasi sesuai dengan kondisi yang berubah cepat di Lebanon selatan.
Dewan Keamanan harus menegaskan kembali prinsip-prinsip inti yang menjamin perlindungan pasukan perdamaian dan mengambil langkah konkret untuk mencegah serangan lebih lanjut terhadap personel PBB.
Indonesia mengulang komitmennya untuk perdamaian global dan mendesak Dewan untuk merespons dengan tegas guna menegakkan kredibilitas operasi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dia mencatat bahwa Indonesia dan Perancis yang meminta pertemuan Dewan Keamanan ini, menegaskan komitmen Jakarta terhadap misi perdamaian PBB sejak tahun 1957.
Hadi menyampaikan duka yang mendalam atas gugurnya tiga prajurit Indonesia dan mengapresiasi ucapan belasungkawa serta solidaritas yang ditunjukkan oleh anggota Dewan dan masyarakat internasional.
Dia memberikan penghormatan kepada Kapten Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Prajurit Satu Fahrizal Rhomadhon, yang gugur dalam tugas.
Rhomadhon gugur di pos UNIFIL di Adchit Al Qusayr, sementara Iskandar dan Ichwan tewas dalam serangan terhadap konvoi logistik di Bani Hayyan.
Indonesia menyatakan serangan tersebut tidak dapat diterima dan merupakan kehilangan besar bagi negara, PBB, dan masyarakat internasional.
Selain korban jiwa, lima personel lainnya mengalami luka-luka, yakni Kapten Sultan Wirdean Maulana, Kopral Rico Pramudia, Kopral Arif Kurniawan, Kopral Bayu Prakoso, dan Kadet Deni Rianto.
Berita terkait: Indonesia akan kirim 756 pasukan perdamaian ke Lebanon meski ada desakan penarikan
Berita terkait: Indonesia beri penghormatan kepada pasukan perdamaian PBB yang gugur dengan promosi dan kompensasi
Penerjemah: Walda M, Rahmad Nasution
Editor: Arie Novarina
Hak Cipta © ANTARA 2026