Anggota DPR Nilai Tren ‘Dupe’ Dorong Merek Lokal

Jakarta (ANTARA) – Seorang anggota DPR RI menyatakan bahwa tren “dupe culture” yang makin populer di kalangan konsumen muda bisa dimanfaatkan untuk mendorong ekspansi merek lokal dan memperkuat industri nasional.

Wakil Ketua Komisi VII DPR, Chusnunia Chalim, mengatakan produk dupe—barang dengan fungsi mirip produk premium tapi harganya lebih terjangkau—semakin diminati oleh Gen Z dan milenial.

Menurutnya, tren ini dipengaruhi oleh media sosial dan perubahan pola konsumsi yang lebih mengutamakan nilai.

“Pembelian produk dupe kini dianggap pilihan lebih pintar daripada memaksakan konsumsi barang bermerek mahal, ini menunjukkan fokus yang lebih selektif pada nilai fungsional,” kata Chalim, Senin.

Dia menyebut tren ini adalah peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menciptakan produk yang kompetitif dan inovatif tanpa melanggar merek yang sudah ada.

“Penting membedakan produk dupe dengan barang palsu. Dupe tidak memakai logo atau merek dagang asli, tapi lebih mengambil pendekatan terinspirasi desain,” tambahnya.

Chalim menekankan metode “amati, tiru, dan modifikasi” memang banyak dipakai dalam pengembangan industri, asalkan menghasilkan inovasi asli bukan plagiarisme.

Dia mencontohkan China dan Korea Selatan sebagai negara yang awalnya mengadaptasi produk asing sebelum akhirnya mengembangkan inovasi dan merek sendiri yang kompetitif di dunia.

Indonesia, menurutnya, bisa menempuh jalan serupa dengan mendorong kreativitas dan meningkatkan kualitas produk di industri dalam negeri.

Dia mendorong para pemangku kepentingan untuk memanfaatkan momen ini untuk memperkuat ekosistem kreatif lokal, khususnya di sektor fashion dan kecantikan.

Peningkatan standar dan daya saing produk akan menjadi kunci agar merek lokal bisa bersaing di dalam maupun luar negeri.

Chalim menambahkan, pertumbuhan merek lokal dapat memberikan manfaat ekonomi lebih luas, termasuk rantai pasok yang kuat dan efisiensi produksi yang lebih baik.

MEMBACA  KPU Berharap Media Membantu Meningkatkan Kesadaran Memilih Masyarakat Jawa Barat dalam Pilkada 2024

Peningkatan permintaan barang produksi lokal juga bisa mendukung pengembangan bahan baku yang lebih terjangkau.

“Jika dupe culture mendorong kebangkitan merek lokal, itu juga akan berkontribusi memperkuat industri nasional, khususnya dalam menghasilkan input yang hemat biaya,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia memang mendorong industri domestik sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Berita terkait: Indonesia luncurkan program fashion untuk tingkatkan daya saing merek lokal

Berita terkait: BUMN akan investasi pada merek lokal: Menteri

*Penerjemah: Devi Nindy Sari, Resinta Sulistiyandari
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026*

Tinggalkan komentar