Trump Akan Tandatangani Perintah Pembayaran untuk TSA

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa ia akan menandatangani perintah eksekutif yang menginstruksikan Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk membayar gaji petugas TSA. Rincian proposal Trump belum jelas sepenuhnya, namun sebelumnya kalangan Republik mengusulkan pemanfaatan Undang-Undang Keadaan Darurat Nasional, yang menurut mereka akan memberikan fleksibilitas lebih kepada pemerintah federal untuk menggunakan dana yang belum terserap bagi TSA.

“Karena Demokrat secara sembrono telah menciptakan Krisis Nasional yang sesungguhnya, saya menggunakan kewenangan saya berdasarkan Hukum untuk melindungi Negara Kita yang Hebat, seperti yang selalu saya lakukan!” tulis Trump sebagai bagian dari unggahan panjangnya pada hari Kamis di Truth Social.

“Oleh karena itu, saya akan menandatangani Perintah yang menginstruksikan Menteri Keamanan Dalam Negeri, Markwayne Mullin, untuk segera membayar Agen-Agen TSA kami guna mengatasi Situasi Darurat ini, dan menghentikan dengan cepat Kekacauan yang dibuat Demokrat di Bandara,” lanjut postingan tersebut.

“Ini bukan hal yang mudah, tetapi saya akan melakukannya! Saya ingin berterima kasih kepada Agen-Agen TSA kami yang bekerja keras dan juga, ICE, atas bantuan luar biasa yang mereka berikan di Bandara. Saya tidak akan membiarkan Demokrat Kiri Radikal menyandera Negara kita lebih lama lagi,” tulis Trump.

The Wall Street Journal melaporkan pada Kamis sebelumnya bahwa para Republik di Capitol Hill sempat mempertimbangkan untuk meminta Trump menggunakan Undang-Undang Keadaan Darurat Nasional, meski sulit dipastikan apakah itu mekanisme persis yang akan digunakan Trump dalam perintahnya.

Presiden kerap bertindak jauh di luar norma (dan terkadang jelas ilegal) sehingga sulit untuk memprediksi langkah apa yang akan diambilnya untuk suatu tindakan tertentu. Postingan Trump menyebut tentang sebuah “perintah” dan “Situasi Darurat,” namun ia dikenal kerap menggunakan huruf kapital secara acak dalam postingan media sosialnya.

MEMBACA  Jawaban Teka-teki Silang Mini NYT Hari Ini untuk 23 Juli

TSA mengalami kekurangan staf dengan 11% petugas melaporkan sakit pada hari Rabu, sementara sejumlah bandara yang terdampak paling parah mencatat angka ketidakhadiran hingga 40%. Antrean keamanan di bandara-bandara telah mencapai panjang yang bersejarah, berjam-jam lamanya di bandara Houston dan New Orleans. Setidaknya 480 pekerja TSA telah mengundurkan diri dalam sebulan terakhir.

Petugas Badan Keamanan Transportasi (TSA) tiba untuk bekerja di Bandara William P. Hobby di Houston, Texas pada 10 Maret 2026. © Foto oleh Mark Felix / AFP via Getty Images

Inti permasalahannya adalah pendanaan untuk DHS, yang ditahan oleh Demokrat di Kongres karena mereka menolak cara pemanfaatan ICE dan CBP untuk meneror komunitas imigran. Trump telah memberdayakan agen-agen ICE untuk membantu TSA, yang ia posisikan sebagai bagian dari upaya memperbaiki “citra palsu” yang diberikan kepada mereka oleh Demokrat, dalam sebuah postingan Truth Social hari Rabu.

The Wall Street Journal mencatat bahwa penggunaan Undang-Undang Keadaan Darurat Nasional oleh Trump kemungkinan akan menghadapi gugatan hukum karena pengeluaran federal harus disetujui oleh Kongres. Namun, sulit dibayangkan Demokrat akan terburu-buru menuju pengadilan. Bagaimanapun, Demokrat lah yang selama ini mengajukan undang-undang yang hanya akan mendanai TSA dan bukan ICE atau CBP.

Jika Trump benar-benar melaksanakannya, dan tidak mencoba memberikan pendanaan tambahan kepada ICE juga, maka tampaknya Demokrat mendapatkan apa yang mereka inginkan. Setidaknya untuk saat ini.

Tinggalkan komentar