Denpasar (ANTARA) – Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia meyakinkan publik bahwa pengawasan warga negara asing di Bali berjalan seperti biasa meskipun ada kebijakan kerja-dari-mana-saja (WFA) untuk pegawai lokal dari 25 hingga 27 Maret.
“Sistem WFA tidak menghalangi kami untuk memastikan respons cepat terhadap kebutuhan publik,” kata Felucia Sengky Ratna, kepala kantor Ditjen tersebut di Bali, di Kota Denpasar pada Kamis.
Ia menekankan bahwa pemerintah telah melakukan penilaian mitigasi risiko yang teliti sebelum menerapkan skema WFA, agar tidak merugikan kepentingan publik dan keamanan negara.
Ia juga menegaskan bahwa sistem pemantauan tetap beroperasi penuh dengan dukungan integrasi data dan pengawasan lapangan yang intensif. Hal ini bertujuan agar kepatuhan terhadap regulasi imigrasi di provinsi pariwisata ini tetap terjaga.
“Integritas dan profesionalisme pegawai akan tetap menjadi tolok ukur utama kami, baik mereka bekerja di kantor atau di lokasi lain,” tegas Ratna.
Kantor Imigrasi Ngurah Rai di Kabupaten Badung juga menyampaikan pernyataan serupa. Mereka berkomitmen menjaga layanan dan kinerja optimal selama periode WFA, yang bertepatan dengan arus balik Lebaran.
Kepala Kantor Bugie Kurniawan menyebutkan, timnya terus memberikan berbagai layanan, seperti pendaftaran paspor dan pengurusan administratif untuk warga negara asing yang memperpanjang izin tinggal.
Ia menambahkan, otoritas imigrasi tetap bertanggung jawab memastikan kelancaran arus masuk dan keluar di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dengan pemeriksaan imigrasi yang berjalan 24 jam sehari.
“Fokus kami tidak hanya pada layanan publik, tapi juga komitmen untuk tidak mengendurkan fungsi keamanan dan penegakan hukum,” tambah Kurniawan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemantauan rutin terhadap warga negara asing akan terus dilakukan di wilayah Kuta, Kuta Utara, dan Kuta Selatan, yaitu daerah dengan konsentrasi warga asing yang tinggi.
Berita terkait: Bali authorities detain three foreign nationals over porn video case
Berita terkait: Bali grants 302 emergency stay permits due to Middle East conflict
Berita terkait: Govt grants emergency stay to foreigners due to Middle East conflict
Penerjemah: Dewa Ketut, Tegar Nurfitra
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026