AI ada di mana-mana. Tapi sebenarnya apa itu AI? Banyak yang mengatakan bahwa AI sudah lebih cerdas dari manusia dalam berbagai aspek. Namun, apa makna sesungguhnya di balik pernyataan tersebut?
AI bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat. Ia dapat berperan sebagai asisten virtual kita, membantu menyusun email dan merencanakan menu makanan, atau mengerjakan tugas-tugas rutin harian yang tidak ingin kita lakukan. Kasus penggunaan baru untuk AI terus bermunculan setiap harinya.
Tetapi, bukankah ini juga berarti ada yang mungkin memanfaatkan AI untuk mengambil jalan pintas yang seharusnya memerlukan campur tangan manusia? Misalnya, dalam hal perang nuklir? Militer sudah meneliti bagaimana AI akan digunakan di medan perang, tidak hanya untuk memprediksi pergerakan pasukan, tetapi juga untuk serangan drone. Apakah kita rela nyawa manusia, dalam skala besar, ditentukan oleh sebuah komputer?
Kristy Puchko, Editor Hiburan Mashable, mencoba mengupas tuntas hal ini dalam Mashable Rant terbaru kami.
Untuk informasi lebih lanjut tentang The AI Doc, simak rekaman Mashable dari The AI Panel: Or What Being an Apocaloptimist Looks Like, yang menampilkan sineas Daniel Kwan, produser Ted Tremper, dan ko-produser Diane Becker, dengan Kristy Puchko dari Mashable sebagai moderator.
Dan untuk kesempatan menonton *The AI Doc: Or How I Became an Apocaloptimist* lebih awal dan gratis, cek pemutaran khusus Mashable di L.A. dan New York.
The AI Doc: Or How I Became an Apocaloptimist akan tayang di bioskop mulai 27 Maret. Nantikan liputan lebih lanjut dari Mashable seputar SXSW.
Topik
Kecerdasan Buatan