BNN Musnahkan 34,21 Kilogram Bukti Narkoba dari Sembilan Kasus

Jakarta (ANTARA) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Indonesia telah menghancurkan bukti narkoba seberat 34,21 kilogram yang disita dari sembilan kasus terpisah yang terungkap di bandara dan sebuah laboratorium narkoba rahasia di Bali dan Jakarta, kata pejabat pada Selasa.

Wakil Deputi Penindakan BNN, Brigjen Roy Hardi Siahaan, menyebutkan kasus-kasus tersebut melibatkan 13 tersangka.

“Tindakan yang dilakukan tim BNN mencerminkan komitmen pemerintah Indonesia dalam memerangi peredaran narkoba di seluruh wilayah, baik melalui jalur udara maupun perbatasan, apalagi modus operandi jaringan narkoba internasional yang masuk ke Indonesia semakin kompleks,” ujar Roy dalam konferensi pers.

Dia merincikan barang bukti yang dimusnahkan, antara lain 27,73 kg sabu-sabu, 1,83 kg ekstasi (3.916 pil), 0,64 kg mefedron padat, 7.247 mililiter mefedron cair, 24.722 mililiter bahan baku cair, 4 kg bahan kimia padat, dan 198.129 mililiter bahan kimia cair.

Sebagian besar barang sitaan itu, katanya, diperoleh melalui operasi bandara yang dilakukan bersama oleh BNN, Bea Cukai, dan petugas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Banten.

Operasi tersebut berujung pada penangkapan 11 orang yang mengangkut sabu-sabu dari Sumatra ke wilayah Indonesia bagian timur, termasuk Lombok dan Sulawesi.

Selain itu, BNN mengungkap sebuah laboratorium narkoba rahasia di Bali yang dioperasikan oleh dua warga negara Rusia yang diduga memproduksi narkoba sintetis, khususnya mefedron.

Roy menambahkan bahwa pihak berwajib akan terus mengintensifkan langkah pencegahan dan penindakan untuk mewujudkan masyarakat yang bebas dari narkoba.

BNN juga menghimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba, antara lain dengan menjaga lingkungan keluarga dan komunitas, mendukung program pendidikan anti-narkoba, serta melaporkan aktivitas diduga terkait narkoba melalui saluran resmi seperti hotline 184.

MEMBACA  Modi dari India di Sri Lanka dalam kunjungan kenegaraan selama 2 hari saat kekhawatiran meningkat terkait pengaruh China

“Dengan partisipasi publik, perang melawan narkoba akan lebih efektif, menuju Indonesia bebas narkoba,” ujarnya.

Berita terkait: Warga Rusia gunakan banyak paspor dalam kasus lab narkoba Bali: BNN

Berita terkait: Warga asing ditangkap di Soekarno-Hatta karena selundupkan narkoba

Penerjemah: Agatha, Azis Kurmala
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar