Pemerintah Dorong Kolaborasi Kuat untuk Percepat Pembangunan Perumahan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Perumahan Rakyat dan Permukiman, Maruarar Sirait, menyerukan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, bank, pengembang, dan sektor swasta untuk mempercepat pembangunan perumahan bagi masyarakat.

“Ekosistem perumahan saat ini dalam kondisi sehat karena tidak ada monopoli. Pengembang punya pilihan saat memilih bank, bank juga memiliki opsi dalam bekerja sama dengan pengembang, dan konsumen juga mempunyai pilihan di antara beragam pengembang dan bank,” ujar Sirait dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu.

Pernyataan ini disampaikannya selama acara silaturahmi ekosistem perumahan yang diadakan pada Selasa (10 Maret). Acara ini dihadiri oleh pejabat Kementerian PUPR, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), perwakilan perbankan, asosiasi pengembang, dan mitra sektor swasta yang terlibat dalam pembangunan perumahan nasional.

Hadir pula dalam acara tersebut Komisaris BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, pimpinan senior perbankan, ketua asosiasi pengembang, dan sejumlah pelaku usaha di bidang perumahan.

Mitra strategis yang hadir mencakup CEO Lippo Group James Riady, direktur utama PT Sarana Multigriya Finansial, perwakilan PT Permodalan Nasional Madani, serta perusahaan-perusahaan yang berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di sektor perumahan.

Sirait menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung pengembangan perumahan rakyat, termasuk pemerintah, industri perbankan, pengembang, dan sektor swasta.

“Atas nama negara, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan perumahan umum. Dukungan dari sektor swasta menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap upaya pemerintah dalam menyediakan perumahan bagi masyarakat terus menguat,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa pemerintah saat ini sedang menyiapkan RUU Perumahan yang bertujuan memperkuat kerangka kebijakan dan mempercepat solusi atas berbagai masalah di sektor perumahan.

MEMBACA  Yang Utama, Jangan Sampai Sejarah Jadi Kabur

Menurut Sirait, pemerintah juga telah mengambil beberapa langkah strategis dalam beberapa hari terakhir untuk mempercepat pembangunan perumahan, termasuk pembangunan rumah susun dan pemanfaatan tanah milik negara.

Dalam acara yang sama, CEO Lippo Group James Riady menyatakan bahwa sektor perumahan memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dia mencatat bahwa sektor perumahan dapat menyumbang sekitar 1,5 hingga 2 persen terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan manfaat sosial yang luas bagi masyarakat.

“Perumahan umum dapat membantu memutus siklus kemiskinan karena banyak masyarakat saat ini tinggal jauh dari tempat kerja dan memiliki akses terbatas ke fasilitas publik,” kata Riady.

Acara tersebut juga diisi dengan buka puasa bersama dan penyerahan santunan kepada anak yatim, serta bantuan untuk petugas keamanan, sopir, dan tenaga kebersihan di lingkungan Kementerian PUPR.

Berita terkait: Indonesia umumkan tenor 30 tahun untuk perumahan bersubsidi

Berita terkait: Indonesia rencanakan ratusan rumah vertikal bersubsidi pada 2026

Penerjemah: Aria, Azis Kurmala
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar