Sedikitnya tujuh orang terluka di kota Kharkiv, timur laut, setelah sebuah drone menghantam ‘perusahaan sipil’, menurut keterangan pejabat.
Dengarkan artikel ini | 1 menit
Diterbitkan Pada 11 Mar 2026
Serangan drone Rusia di kota Kharkiv, Ukraina timur, telah menewaskan dua orang dan melukai beberapa lainnya, menurut pejabat lokal.
“Sebuah perusahaan sipil terbakar akibat serangan musuh,” ujar Gubernur wilayah Kharkiv, Oleh Syniehubov, pada Rabu, menambahkan bahwa tiga perempuan dan empat pria telah dirawat di rumah sakit.
Wali Kota Kharkiv Ihor Terekhov mengonfirmasi pernyataan Syniehubov, menuliskan di aplikasi pesan Telegram bahwa informasi awal menunjukkan dua orang tewas.
Gubernur Syniehubov menyatakan para korban luka berada dalam kondisi serius dan menerima bantuan medis yang diperlukan.
Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, terletak sekitar 30 km dari perbatasan Rusia.
Kota ini sempat dikepung di awal invasi skala penuh Rusia empat tahun silam, namun bertahan dari serangan dini pasukan Moskow, yang kemudian dipukul mundur pada 2022. Sejak itu, kota ini sering menjadi sasaran serangan udara dan drone Rusia.
Amerika Serikat mendorong Kyiv dan Moskow untuk menyepakati perjanjian damai yang sulit dicapai, dengan perang yang kini memasuki tahun kelima, namun putaran ketiga pembicaraan tiga pihak telah terganggu oleh perang meluas di Timur Tengah, yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran.
Pada Sabtu, dua anak-anak termasuk di antara sedikitnya 10 orang yang tewas akibat rudal Rusia yang menghantam sebuah gedung residensial lima lantai di Kharkiv.