Selasa, 10 Maret 2026 – 03:20 WIB
Lebanon, VIVA – Organisasi pemantau hak asasi manusia, Human Rights Watch (HRW), menemukan bukti bahwa Israel menggunakan fosfor putih di kawasan permukiman di Lebanon selatan awal bulan ini. Penggunaan senjata ini dinilai melanggar hukum kemanusiaan internasional.
Viral Profesor Jiang Xueqin Sebut AS Bakal Kalah Perang Lawan Iran Apa Alasannya?
Dalam laporan terbaru yang dirilis Senin (9/3/2026), organisasi yang berbasis di New York itu menyatakan telah mengonfirmasi keaslian tujuh foto. Foto-foto itu menunjukkan amunisi fosfor putih ditembakkan di atas area permukiman di Yohmor, Lebanon selatan. Serangan ini memicu kebakaran setidaknya di dua rumah penduduk pada tanggal 3 Maret.
Peneliti HRW untuk Lebanon, Ramzi Kaiss, mengatakan penggunaan fosfor putih oleh militer Israel di wilayah permukiman adalah tindakan yang sangat mengkwatirkan.
Kedubes Iran: Serangan ke Pangkalan AS Bukan Permusuhan ke Negara Teluk
“Penggunaan fosfor putih secara ilegal di area tempat tinggal warga sipil sangat mencemaskan dan bisa menimbulkan dampak serius bagi masyarakat,” ujarnya seperti dikutip dari Al Jazeerah, Selasa (10/3/2026).
Dia menambahkan, efek pembakaran dari fosfor putih bisa mengakibatkan kematian atau luka parah yang membuat korban menderita seumur hidupnya.
Trump Kecewa Israel Serang Depot Minyak Iran
Penggunaan fosfor putih yang meledak di udara di kawasan padat penduduk dianggap tidak selektif. Hal ini melanggar prinsip hukum humaniter internasional yang mewajibkan pihak yang berperang mengambil langkah pencegahan untuk melindungi warga sipil.
Zat kimia ini akan langsung terbakar saat terkena oksigen. Akibatnya, rumah, lahan pertanian, dan berbagai objek sipil lain bisa dengan mudah terbakar.
HRW menemukan bahwa di Yohmor, amunisi tersebut digunakan di wilayah yang dihuni warga sipil, sehingga menyebabkan kebakaran pada rumah-rumah dan harta benda warga.
Organisasi itu juga memverifikasi dan menentukan lokasi sebuah foto yang diunggah media Lebanon pada pagi hari tanggal 3 Maret. Foto tersebut memperlihatkan setidaknya dua amunisi fosfor putih yang ditembakkan artileri dan meledak di udara di atas lingkungan permukiman.
Menurut laporan HRW, bentuk awan asap dari ledakan di udara itu sesuai dengan pola ‘knuckle’. Pola ini dihasilkan dari muatan pendorong dan pemecah pada proyektil artileri M825 kaliber 155 mm yang mengandung fosfor putih.
Halaman Selanjutnya
HRW juga memverifikasi foto-foto yang diunggah di Facebook oleh tim pertahanan sipil dari Komite Kesehatan Islam di Yohmor. Foto-foto itu menunjukkan petugas sedang memadamkan api di atap rumah warga dan di sebuah mobil.