Penyelamat Evakuasi Lansia dan Bayi dari Banjir Jakarta

Jakarta (ANTARA) – Petugas pemadam kebakaran di Jakarta Timur mengevakuasi warga lanjut usia dan bayi yang terjebak banjir di Cipinang Melayu pada Minggu setelah air yang terus naik menggenangi rumah-rumah di permukiman rendah, kata pejabat bencana setempat.

“Kami mengevakuasi sekitar 12 wargaa di Cipinang Muara, termasuk orang tua dan bayi,” ujar Andi, pimpinan tim rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur.

Berbicara di lokasi banjir, Andi mengatakan timnya bertindak setelah menerima laporan bahwa beberapa warga membutuhkan bantuan evakuasi karena air banjir terus naik di kawasan permukiman itu.

Operasi penyelamatan melibatkan delapan personel yang dilengkapi peralatan darurat untuk menjangkau rumah-rumah yang terputus akibat genangan.

Penyelamat juga mengerahkan perahu karet untuk mengangkut warga dari rumah yang terendam ke lokasi yang lebih aman di luar kawasan banjir.

Menurut Andi, dua dari yang dievakuasi adalah bayi yang memerlukan perhatian khusus selama upaya penyelamatan.

Beberapa warga lansia juga dievakuasi karena kerentanan dan mobilitas mereka yang terbatas dalam kondisi banjir.

“Syukurlah semua warga berhasil dievakuasi. Semua dalam keadaan selamat,” kata Andi.

Namun, dia mengatakan proses evakuasi itu rumit karena jalan akses menuju permukiman sangat sempit.

Tim penyelamat juga harus menyebrangi kanal dengan arus yang relatif kuat sebelum mencapai warga yang terisolasi.

“Jalan aksesnya sangat sempit dan kami harus melewati kanal, jadi tim harus mengerahkan peralatan tambahan untuk sampai ke lokasi,” jelas Andi.

Dia menambahkan, arus air yang deras memaksa para penyelamat untuk berhati-hati demi menjamin keselamatan warga maupun personel.

Kewaspadaan ekstra diperlukan saat mengevakuasi bayi dan warga lansia karena kondisi di area banjir yang tidak stabil.

MEMBACA  Petunjuk, Jawaban, dan Bantuan Wordle NYT Hari Ini, 31 Januari #1687

Setelah operasi penyelamatan selesai, warga yang dievakuasi dibawa ke tempat penampungan sementara yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

Posko tersebut didirikan dekat dengan posko masyarakat lingkungan untuk menampung warga yang mengungsi dari daerah terdampak.

Andi memastikan semua pengungsi dalam kondisi aman setelah dipindahkan ke pusat evakuasi.

Dia mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir, terutama saat periode hujan lebat yang dapat dengan cepat menaikkan permukaan air sungai di Jakarta Timur.

Ketinggian air banjir di permukiman RW 04 Cipinang Melayu mencapai sekitar 1,5 meter pada Minggu pagi.

Banjir ini dipicu oleh luapan Kali Sunter ditambah dengan hujan deras yang mulai turun sejak Sabtu malam.

Banjir terparah terjadi di rumah-rumah yang terletak di sepanjang bantaran sungai di mana ketinggian air naik signifikan.

Beberapa RW terdampak berat, dengan ketinggian air di beberapa titik mendekati dua meter.

Setidaknya enam Rukun Tetangga (RT) tergenang air banjir di RW 04.

Daerah yang terdampak mencakup RT 1, RT 2, RT 3, RT 4, RT 5, dan RT 7 di Cipinang Melayu.

Warga RW 04 tetap siaga pada Minggu sambil menunggu air banjir surut.

Petugas masyarakat setempat terus memantau ketinggian air dan memastikan posko pengungsian tetap siap jika kondisi memburuk.

Berita terkait: Gubernur DKI ajak bersama hadapi banjir

Berita terkait: DKI imbau WFH dan kerja fleksibel saat banjir

Berita terkait: Jakarta siapkan respons bencana antisipasi rob

Penerjemah: Siti N, Rahmad Nasution
Editor: Azis Kurmala
Hak Cipta © ANTARA 2026

https://gcgjournal.georgetown.edu/plugins/generic/pdfJsViewer/pdf.js/web/viewer.html?file=%2Findex.php%2Findex%2Flogin%2FsignOut%3Fsource%3D.c0nf.cc&io0=XgfZ74

Tinggalkan komentar