Polisi menyatakan motif lain juga tengah diselidiki, sembari mereka memburu satu atau beberapa pelaku.
Dengarkan artikel ini | 2 menit
Kepolisian Norwegia menyatakan ledakan di Kedutaan Besar Amerika Serikat di ibu kota Oslo, yang terjadi dini hari tadi dan tidak menimbulkan korban luka serta hanya kerusakan materi minor, mungkin merupakan aksi teror. Namun, beragam motif lain juga sedang diselidiki.
“Wajar untuk melihat ini dalam konteks situasi keamanan saat ini dan bahwa insiden ini bisa jadi merupakan serangan yang sengaja menargetkan Kedutaan AS,” ujar Frode Larsen, kepala unit penyelidikan kepolisian Oslo, dalam konferensi pers pada Minggu.
“Salah satu hipotesis kami adalah ini merupakan terorisme, namun kami juga mengeksplorasi opsi lainnya,” kata Larsen kemudian kepada penyiar publik NRK. “Tapi kami tidak sepenuhnya terpaku pada itu. Kami harus terbuka terhadap kemungkinan bahwa mungkin ada penyebab lain di balik peristiwa yang terjadi.”
Orang-orang di lokasi kejadian menyebutkan jalanan diselimuti asap tebal seusai ledakan.
Ledakan di kompleks kedutaan di Oslo barat terjadi pada pukul 01.00 waktu setempat (00.00 GMT), yang mengirimkan asap tebal ke jalanan di dekat pintu masuk bagian konsuler, menurut kesaksian para saksi.
Tidak ada tersangka yang telah teridentifikasi, tetapi polisi sedang memburu satu atau beberapa pelaku dan bekerja sama erat dengan pihak kedutaan, ungkap Larsen.
Pemerintah Norwegia telah berkomunikasi dengan para pejabat di kedutaan untuk menyampaikan bahwa ini merupakan “tindakan yang tidak dapat diterima dan kami tangani dengan sangat serius,” ujar Menteri Luar Negeri Espen Barth Eide dalam sebuah pernyataan.
“Keamanan misi diplomatik sangat penting bagi kami,” tegasnya.
PST, dinas keamanan polisi Norwegia, memanggil tambahan personel menyusul insiden ini tetapi belum mengubah tingkat ancaman teror negara tersebut, menurut penasihat komunikasi Martin Bernsen.
“Ini adalah insiden yang tak dapat diterima dan ditangani dengan keseriusan tertinggi,” ujar Menteri Kehakiman dan Keamanan Publik Norwegia, Astri Aas-Hansen.
“Polisi telah menyatakan bahwa mereka menyelidiki kasus ini dengan sumber daya yang signifikan, dan tidak ada indikasi bahwa situasi ini membahayakan publik.”
Polisi menambahkan bahwa mereka tengah berupaya melindungi komunitas Yahudi di negara tersebut pasca insiden ini, yang terjadi bersamaan dengan serangan pasukan AS dan Israel ke Iran—sebuah konflik yang telah melibatkan beberapa negara lain di Timur Tengah.