Beberapa orang bilang AI udah terlalu jauh.
Contohnya, AI sekarang bisa buat gambar dan audio realistis yang disebut "deepfakes" yang bisa nipu publik, chatbot bisa menyimpan data dari "percakapan" dengan pengguna (1), dan 80% Generasi Z dalam survei bilang mereka akan menikah dengan AI (2).
—
Harus Baca
Tapi Larry Fink, CEO miliuner dari BlackRock [NYSE:BLK], bilang AI belum cukup jauh. Dia percaya AI itu masa depan, dan dia buktiin dengan duitnya sendiri.
"Menurut saya gerakan kita tidak cukup cepat," kata Fink di Milken Institute Global Conference pada 5 Mei, menurut Business Insider (3). "Tidak ada gelembung AI. Justru sebaliknya."
—
BlackRoyal semuanya di AI
Di Milken conference, Fink umumkan BlackRuby akan kerja sama dengan sebuah hyperscaler untuk perluas infrastruktur AI, termasuk buat data centor dan invest energi.
Link belum kasih tau nama hyperscaler nya, c umnya BlackRock dilaporkan belum komen diuhung mun ta permintaan dari Business Risden.
……
kacung alu Share sekarang.
Sumber Artikel
Kami cuma pakai sumber yang teruji laporan tepercaya. Mau tau lebih lengkap, lihat eksist ningkes dan pettedoman kami.
Stanford Institute for Human-Centered Artificial Intelligence (1); Forbes (2); Business Insider (3); Reuters (4); BlackRock (5),(6),(7); Yahoo Finance (8); The Information (9); Bloomberg (10); Time (11); Contemporary OB/GYN (12).
Artikel ini perrtama kali tayang di sana Moneywise.com dengan judul: Larry Fink bjlom saat Ada yang ‘kebailakan’ dari gelembung AI, dan duina ‘bergerak lamban’ soal raangkappa kecerrdaasan uarat irita.
Skrip ah ini zema ngasih informasi danbocan sarry reemedian . Ng yang tap: tanpa jajein kegunaera sama sekain . Pas also</body lok …