Waspada Penipuan Digital saat Cairnya THR, Dua Modus Ini Sedang Marak

Minggu, 8 Maret 2026 – 14:20 WIB

VIVA – Menjelang waktu pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk para pekerja menyambut Lebaran, kasus penipuan digital yang mengincar mereka juga makin meningkat. Data dari temuan VIDA sepanjang 2025 menunjukkan lonjakan penipuan digital paling banyak terjadi dekat saat pencairan THR.

Momentum ini ditandai dengan peningkatan transaksi dan mobilitas masyarakat, yang secara tidak langsung membuka lebih banyak celah bagi penjahat untuk beraksi. Founder & Group CEO VIDA, Niki Luhur, dalam pernyataannya di Jakarta, mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan mengenali jenis-jenis penipuan digital yang mungkin terjadi supaya tidak terperangkap.

"Penipuan selalu beradaptasi. Setiap kali pertahanan diperkuat, pelakunya menguji lagi, menyesuaikan teknik, dan kembali dengan metode yang lebih rumit dan sistematis. Mereka manfaatkan celah keamanan, kelemahan literasi digital, dan momentum tertentu untuk menjalankan aksinya," kata Niki.

Niki membagikan setidaknya ada dua modus penipuan yang perlu diwaspadai jelang momen THR kali ini.

Pertama adalah phising atau smishing. Metode ini melibatkan berbagai cara untuk memancing korban mengklik tautan dan memasukkan data pribadi seperti username, password, dan One-Time Password (OTP) lewat SMS. Contohnya, pelaku bisa menyamar sebagai perusahaan logistik atau mengirim tawaran promo Ramadhan palsu dari nomor tidak dikenal.

Modus ini juga berkembang melalui metode fake BTS yang ramai tahun lalu dan ditemukan oleh Pemerintah. Metode penipuan ini memungkinkan pesan palsu terkirim massal dan tampak seolah berasal dari institusi resmi, sehingga terlihat meyakinkan bagi penerimanya.

Selanjutnya, penipuan kedua ialah malware. Metode penipuan ini memancing korban untuk mengunduh aplikasi berbahaya dalam bentuk file APK.

Jangan Asal Klik

Modus yang digunakan beragam. Yang paling sering ditemukan adalah pelaku mengirim dokumen yang terlihat penting, seperti status pengiriman paket, undangan pernikahan, atau dokumen lain yang kelihatan relevan bagi korban.

MEMBACA  Belajar dari Konflik Nikita Mirzani dan Laura Meizani, Bro Hizrah Sampaikan Pesan Ini

Jika tidak hati-hati, setelah terunduh, aplikasi itu bisa terpasang otomatis di ponsel korban. Hal ini memungkinkan pelaku memantau perangkat dari jarak jauh, termasuk mengakses password dan berbagai informasi sensitif yang tersimpan di dalamnya.

Halaman Selanjutnya

"Kedua modus ini memiliki pola yang mirip, yaitu berusaha mendapatkan akses terhadap password atau kredensial pengguna. Hal ini menunjukan bahwa password saja tidak lagi cukup sebagai benteng keamanan di era digital yang semakin kompleks," ujarnya.

Tinggalkan komentar