Warga Indonesia di Timur Tengah Diminta Tetap Tenang: Wakil Menteri

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri HAM Mugiyanto menyerukan warga Indonesia di negara-negara yang terdampak ketegangan terbaru di Timur Tengah untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi dari kedutaan besar Indonesia serta otoritas setempat.

“Kami berharap semua yang berada di wilayah konflik ini tetap tenang dan yakin situasi akan membaik. Mari ikuti kebijakan dan arahan dari duta besar kita dan pemerintah setempat,” ujarnya di Doha, Qatar.

Pernyataan tersebut disampaikan Mugiyanto melalui video yang diterima di Jakarta pada Selasa.

Dia menjelaskan bahwa dirinya beserta beberapa staf dari Kementerian HAM telah terdampar di Doha selama tiga hari akibat konflik Iran-Israel-AS, sehingga tidak dapat melanjutkan penerbangan ke Jenewa, Swiss, untuk menghadiri sidang Dewan HAM PBB.

Wakil menteri itu mencatat bahwa kekhawatiran keamanan masih tinggi di wilayah tersebut, dan belum ada tanda-tanda pembukaan kembali ruang udara di Qatar serta negara-negara tetangga dalam waktu dekat.

Mengutip Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Guruh Langkah Samudra, dia menyebut lebih dari 100 WNI menunggu penerbangan keluar di Bandara Internasional Hamad, Doha.

“Selain di Doha, ada puluhan bahkan ratusan WNI yang tertahan di Dubai, Uni Emirat Arab, serta di Kuwait, Arab Saudi, dan Bahrain. Kami semua terdampar dan tidak bisa melanjutkan perjalanan,” kata Mugiyanto.

Dia menambahkan bahwa otoritas setempat telah membatasi aktivitas warga untuk keluar rumah akibat masalah keamanan.

“Kita hanya bisa berharap ruang udara di Qatar dan negara sekitarnya segera dibuka kembali dan perdamaian cepat pulih,” ucapnya.

Ketegangan di Timur Tengah memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama ke Iran pada Sabtu, 28 Februari, yang menargetkan Tehran dan lokasi strategis lainnya.

MEMBACA  Target Pertumbuhan Indonesia 5,2 Persen pada 2025, Siapkan Stimulus APBN Rp694 T

Iran membalas dengan menembakkan misil ke pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut, termasuk satu di Doha.

Konflik ini terjadi di tengah perundingan tidak langsung antara AS dan Iran mengenai pembatasan program nuklir Tehran sebagai imbalan keringanan sanksi, dengan Oman sebagai mediator. Putaran ketiga perundingan digelar di Jenewa pada Kamis, 26 Februari.

Berita terkait: Indonesia perketat pengawasan TKI di Timur Tengah

Berita terkait: Pemerintah jamin perlindungan jamaah umrah di tengah ketegangan Timur Tengah

Penerjemah: Fath Putra, Tegar Nurfitra
Editor: Primayanti
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar