Jakarta (ANTARA) – Badan Gizi Nasional (BGN) Indonesia telah menonaktifkan sementara 49 dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari peninjauan menyeluruh terhadap program makan gratis pemerintah.
“Ini merupakan bagian dari proses perbaikan dan pengawasan yang sedang kami lakukan,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana, Selasa di Jakarta.
Dari dapur yang ditangguhkan, empat Unit Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah dinyatakan bersih dan diizinkan beroperasi kembali setelah memenuhi standar BGN.
Unit-unit yang telah diperiksa tersebut berlokasi di provinsi Bengkulu, Kalimantan Selatan, dan Papua, tambahnya.
“Dari yang kami tangguhkan, empat telah mendapat izin buka kembali karena menyelesaikan semua tindakan korektif yang kami minta,” ujar Hindayana.
Penangguhan dilakukan saat unit gagal memenuhi standar dalam operasional, kualitas bahan baku, atau prosedur keamanan pangan.
Berita terkait: SPPGs warned against using ultra-processed food in free meal program
Selama penangguhan, dapur harus menjalani pembenahan menyeluruh sebelum kembali menyajikan makanan bagi penerima manfaat MBG.
BGN menyatakan dapur mana pun yang memiliki masalah operasional atau keamanan akan segera dievaluasi dan ditangguhkan hingga perbaikan terverivikasi.
“Prinsipnya bukan hanya menghentikan operasi, tapi memastikan kualitas dan keamanan layanan,” tegas Hindayana.
Lembaga itu menekankan pengawasan berkelanjutan untuk mencegah insiden dan menjaga kepercayaan publik pada program MBG, sebuah inisiatif utama pemerintahan Prabowo Subianto.
Program yang diluncurkan 6 Januari 2025 ini menargetkan 82,9 juta penerima manfaat, mencakup balita, ibu hamil dan menyusui, serta pelajar hingga SMA.
Pemerintah berencana memperluas cakupan tahun ini untuk menyertakan lansia dan penyandang disabilitas.
Berita terkait: BGN ensures 93 pct of budget reaches regional MBG kitchens
Penerjemah: Lintang Budiyanti, Raka Adji
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © ANTARA 2026