Mantan Wapres RI Peringatkan Ancaman Krisis BBM Akibat Konflik Timur Tengah

Jakarta (ANTARA) – Mantan wakil presiden Jusuf Kalla mengingatkan tentang potensi gangguan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia menyusul melonjaknya harga minyak dunia akibat ketegangan di Timur Tengah.

“Harga minyak pasti naik — itu sudah pasti,” kata Kalla di Jakarta, Minggu.

Dia menyatakan, konflik berkepanjangan di kawasan itu dapat mengganggu rute pengiriman, terutama melalui Selat Hormuz yang merupakan jalur penting untuk pasokan minyak global.

“Kita mengimpor sebagian besar minyak dari Timur Tenga. Kalau rute pengiriman terganggu, pasti berpengaruh ke ekonomi kita,” ujarnya.

Kalla juga merujuk pada laporan serangan Iran yang menargetkan fasilitas militer AS di beberapa negara Teluk. Dia memperingatkan bahwa ketidakstabilan regional yang meluas bisa berdampak hingga ke luar Timur Tengah.

Dia mendesak pemerintah untuk mengantisipasi kemungkinan kelangkaan BBM jika konflik berlanjut.

“Cadangan BBM kita rata-rata cuma cukup untuk sekitar tiga minggu. Setelah itu, kita mungkin harus cari sumber pasokan alternatif,” jelas Kalla.

Ketegangan global meningkat setelah laporan serangan militer gabungan AS dan Israel ke target Iran pada 28 Februari, yang disusul serangan balasan. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran atas keamanan pasokan minyak dan gejolak di pasar energi global.

Menanggapi perkembangan ini, Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan Presiden Prabowo Subianto siap mendukung upaya diplomatik untuk memulihkan stabilitas kawasan.

Berita terkait: Indonesia pantau 58.873 jemaah umroh di tengah ketegangan Timur Tengah

Berita terkait: Presiden Prabowo tawarkan diri mediasi di tengah ketegangan Timur Tengah

Penerjemah: Rio Feisal, Tegar Nurfitra
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © ANTARA 2026

MEMBACA  Iran dan Sekutu-Sekutunya: Tautan Umum dalam Konflik Timur Tengah

Tinggalkan komentar