Sedang memuat…
Ketua Umum Rampai Nusantara, Mardiansyah Semar, menegaskan bahwa gerakan mahasiswa seharusnya adalah gerakan moral yang berdiri diatas kepentingan rakyat. Foto/SindoNews
JAKARTA – Ketua Umum Rampai Nusantara Mardiansyah Semar menekankan bahwa gerakan mahasiswa pada dasarnya adalah gerakan moral yang harus membela kepentingan masyarakat, bukan kepentingan politik kekuasaan. Semar mengakui bahwa mahasiswa memang perlu bersikap kritis.
“Sejarah menunjukkan gerakan mahasiswa adalah gerakan moral, *moral force*, yang menjaga nilai-nilai kebangsaan dan demokrasi. Kritik itu penting untuk kemajuan negara, supaya kita bisa terus memperbaiki diri,” ucapnya pada Sabtu (28/2/2026).
Meski begitu, Semar berpendapat ketika tuntutan sudah masuk ke isu pencopotan elite negara seperti Kapolri, maka esensi gerakan itu patut dipertanyakan.
Baca juga: Kisah Tiara, Sukses Raih Gelar Sarjana Kedokteran Gigi UGM di Usia 20 Tahun
“Saat Ketua BEM UGM mulai menyerukan copot Kapolri, ini bukan cuma gerakan moral lagi. Ini sudah masuk ke wilayah politik yang penuh kepentingan. Isu pergantian Kapolri adalah isu elitis, bukan isu kerakyatan,” tegasnya.
Semar juga menyoroti fakta bahwa tak lama setelah pernyataan itu keluar, beberapa partai politik yang saat ini diluar kekuasaan langsung memberi respons dan dukungan.
“Masyarakat bisa lihat sendiri siapa yang cepat tanggap dan mendukung. Kita tau, ada kelompok politik tertentu yang sudah lama mendorong isu pergantian Kapolri ini. Ketika gerakan mahasiswa masuk ke ranah politik, maka ruang untuk ditunggangi kepentingan sangat terbuka,” tambah Semar, yang juga seorang aktivis 98.