Ditangkap Patroli Jelang Tawuran, 10 Remaja Ikuti Pesantren Kilat Ramadan di Polres Metro Depok

Ringkasan Berita:

Polres Metro Depok mengadakan program Pesantren Kilat Ramadan untuk remaja pelaku tawuran yang tertangkap patroli.
Remaja-remaja ini diharap bisa berhenti tawuran dan malah menyebarkan nilai spiritual dan hal positif ke teman-temannya.
10 remaja yang ikut pesantren kilat ini sebelumnya diamankan polisi karena dicurigai mau melakukan tawuran.

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK – Polres Metro Depok menyelenggarakan program **Pesantren Kilat Ramadan** bagi para pelaku **tawuran** yang terjaring dalam patroli.

Gelombang pertama **pesantren kilat** ini diikuti oleh 10 remaja dan bertempat di Masjid Al-Ikhlas, lingkungan Polres Metro Depok, pada Sabtu hingga Minggu (22-23/2/2026).

Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil evaluasi dan diskusi dengan beberapa kelompok masyarakat di Depok.

Baca juga: 7 Remaja Terlibat Tawuran, Polsek Tambora Bina Lewat Pesantren Kilat

Pesertanya adalah remaja atau pelajar yang terindikasi melakukan **tawuran** dan perbuatan negatif lainnya.

“Kami lakukan pembinaan spiritual ini bersamaan dengan bulan suci Ramadan,” ujar Abdul Waras, Senin (23/2/2026).

Menurut dia, program **pesantren kilat** ini mirip dengan pendidikan anak di barak militer yang pernah diterapkan di beberapa daerah.

Bedanya, di pesantren kilat lebih dominan pembinaan spiritual lewat pembelajaran Al-Qur’an dan tausiyah keagamaan.

Baca juga: Bukan Barak Militer, 10 Remaja yang Terlibat Tawuran di Tambora Dikirim ke Pesantren Kilat

“Harapannya, nilai-nilai spiritual bisa tertanam dalam diri mereka, sehingga bisa membentengi dari hal-hal negatif,” katanya.

Remaja-remaja ini diharapkan tak lagi ikut aksi **tawuran** dan bisa menularkan nilai spiritual serta hal positif kepada kawan-kawannya.

Diamankan Saat Akan Tawuran

Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menyebutkan bahwa ke-10 remaja peserta **pesantren kilat** ini sebelumnya diamankan polisi karena diduga akan melakukan **tawuran**.

MEMBACA  Siapakah pemimpin oposisi Turki yang ditangkap?

Mereka diamankan di Jalan Rawasari 2, Cipayung Jaya, Kota Depok, pada Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.

Setelah itu, mereka dibawa ke Polsek Pancoran Mas dan didata dengan disaksikan orang tua masing-masing untuk kemudian mengikuti pesantren kilat di Masjid Al-Ikhlas Polres Metro Depok.

Baca juga: Terlibat Tawuran, 12 Remaja di Tambora Jakbar Dibina Melalui Pesantren Kilat selama 7 hari

Polres Metro Depok telah menyusun program pembinaan dan penyuluhan (Binluh) untuk para peserta **pesantren kilat** ini.

Aktivitasnya mulai dari sahur bersama, salat Subuh berjamaah, dzikir, kuliah tujuh menit (kultum) dari pemateri NU dan Muhammadiyah, konseling psikologis, latihan PBB, hingga buka puasa bersama.

Tak ketinggalan, juga ada salat lima waktu, salat Tarawih, sampai tadarusan.

“Semoga ada efek jera dan kesadaran untuk tidak lagi melakukan aksi **tawuran**,” tegasnya. (m38)

Tinggalkan komentar