Laporan Fed Terbaru Ungkap Kebijakan Imigrasi Biden Lebih Ungguli Trump dalam Pertumbuhan Ekonomi

Kebijakan pemerintahan Trump untuk membatasi imigran tanpa izin dulu cukup berhasil dan disukai banyak orang. Tapi penelitian baru dari Bank Federal Reserve di San Francisco menemukan bahwa banyaknya pendatang asing di masa pemerintahan Biden dengan kebijakan perbatasan terbuka punya efek bagus yaitu menambah tenaga kerja, terutama di bidang-bidang yang sangat butuh pekerja seperti manufaktur dan konstruksi.

Penelitian itu juga bilang kalau pengetatan aturan sekarang malah mengurangi lapangan kerja di industri-industri yang sedang kekurangan pekerja. Akibatnya, pembangunan perumahan bisa melambat padahal Amerika sedang kekurangan rumah. Harga rumah juga bisa naik lebih cepat karena pembangun harus bayar lebih mahal untuk dapatkan pekerja seperti tukang kayu, tukang rangka bangunan, dan ahli listrik. Pusat data yang penting untuk perkembangan AI juga bisa terlambat.

Artikel penelitian itu ditulis oleh Daniel Wilson, seorang wakil presiden di departemen penelitian ekonomi. Dia dan rekannya, Xiaoqing Zhao dari Federal Reserve Dallas, mengumpulkan data kedatangan dan kepergian imigran usia kerja tanpa izin. Mereka fokus pada dua periode: masa Biden dengan kedatangan tinggi dari Maret 2021 sampai Maret 2024, dan masa pengetatan Trump dari Maret 2024 sampai Maret tahun lalu.

Penulis menekankan bahwa imigran tanpa izin ini bukanlah "ilegal". Biasanya mereka ditemui di pintu masuk oleh petugas federal dan dapat surat perintah untuk hadir di pengadilan imigrasi, jadi mereka diizinkan tinggal sementara. Hampir semua menetap di AS sambil menunggu proses pengadilan untuk mengajukan suaka.

Mereka membandingkan data arus imigran ini dengan data pekerjaan dari Sensus AS. Penelitian ini juga menyesuaikan angkanya dengan memperkirakan jumlah pendatang usia kerja yang tidak tercatat oleh petugas.

MEMBACA  Apakah Saham Perangkat Medis Menuju Titik Nadir? Mencari Tanda Kebangkitan.

Lalu, apakah mungkin lonjakan pekerjaan itu disebabkan karena banyaknya proyek baru, bukan karena datangnya tenaga kerja baru? Penulis menemukan bahwa imigran cenderung menetap di daerah di mana sudah ada orang dari negara asalnya. Jadi, mereka bisa mengukur dampak murni kedatangan imigran terhadap lapangan kerja di setiap daerah.

Dari 2021 sampai 2023, sekitar 3.5 juta imigran tanpa izin menetap di AS. Studi ini menyimpulkan bahwa peningkatan 1% dalam tenaga kerja lokal tanpa izin bisa menaikkan lapangan kerja lokal sebesar 0.92%. Jadi, hampir satu banding satu. Para pekerja baru ini menciptakan lapangan kerja dengan memenuhi kebutuhan industri yang ingin berkembang.

Kantor Anggaran Kongres (CBO) setuju dengan studi Fed bahwa imigrasi lambat akan menghambat ekonomi AS.

Temuan ini penting karena masa depan ekonomi AS sangat tergantung pada pertumbuhan tenaga kerja. Masalah dasarnya sudah diketahui: populasi AS menua dengan cepat, sehingga jumlah warga AS asli yang masuk dunia kerja hanya cukup untuk menggantikan yang pensiun. Dalam laporannya tanggal 11 Februari, CBO memperkirakan pertumbuhan tenaga kerja akan melambat jauh dari 2026 sampai 2034.

CBO mengakui pengaruh imigrasi dengan menyatakan bahwa pengurangan migrasi bersih memperlambat pertumbuhan tenaga kerja dan PDB, serta mengurangi pembangunan perumahan baru. Laporan CBO menekankan bahwa prospek tenaga kerja yang lemah adalah alasan utama pertumbuhan pendapatan nasional akan melambat.

Mengingat lagi kebijaksanaan Milton Friedman.

Di podcast di YouTube, ekonom legendaris Milton Friedman memuji manfaat imigrasi. Dia bilang imigrasi itu bagus untuk masa depan para pendatang dan untuk mesin pertumbuhan Amerika. Tapi Friedman memperingatkan bahwa imigrasi yang benar-benar berhasil adalah jenis tanpa izin, di mana pendatang baru tidak bisa dapat tunjangan pengangguran dan harus bekerja — dan menurut laporan Fed, mereka memang bekerja.

MEMBACA  Basis Pengguna yang Loyal Meningkatkan Harga Saham Chime

"Saya sering bicara dengan Friedman dulu tentang berbagai topik. Dia biasanya menelepon balik dengan panggilan bayar. Dia benar tentang banyak hal, termasuk tentang inflasi. Studi baru Fed ini menunjukkan dia juga benar tentang imigrasi. Dan untuk dapat pengetahuan itu, saya tidak perlu bayar panggilan teleponnya."

Tinggalkan komentar