Jada Jones / ZDNET
Ikuti ZDNET: Tambahkan kami sebagai sumber pilihan di Google.
**Intisari ZDNET**
Jika Anda mempertimbangkan untuk memperbarui headphone, coba tips ini terlebih dahulu.
Memperbarui firmware memperbaiki lebih banyak masalah performa daripada yang Anda bayangkan.
Menggunakan pengaturan EQ berbeda untuk media berbeda dapat menghidupkan performa audio.
Headphone baru terus bermunculan di pasaran, dan sebagai seseorang yang kerap mencoba model terbaru dan terbaik, saya bisa pastikan bahwa rasa kebaruannya hilang lebih cepat dibanding perangkat elektronik konsumen lainnya.
Headphone memiliki masa pakai yang ternyata cukup panjang. Jika sekadar rasa penasaran yang mendorong Anda untuk membeli pasangan baru, cobalah utak-atik headphone Anda yang sekarang sebelum menyesal di kemudian hari.
Jika headphone Anda masih nyaman, baterainya masih bagus, dan Anda puas dengan performa audionya namun merasa bosan, berikut beberapa tips untuk menghidupkan kembali gairah antara Anda dan headphone andalan Anda.
Masalah: Bermasalah, performa rendah, atau konektivitas buruk
**Solusi:** Perbarui firmware Anda
Pembaruan firmware headphone tidak sering dirilis, tetapi ketika tersedia, bisa mencakup perubahan signifikan yang mengubah pengalaman Anda dalam hitungan menit. Pemrosesan sinyal digital headphone biasanya diperbarui melalui firmware, yang dapat meningkatkan respons frekuensi, pembatalan kebisingan, stabilitas koneksi Bluetooth, dan manajemen daya.
Setelah pembaruan firmware, tidak jarang Anda menyadari headphone terdengar lebih baik, pembatalan bisingnya terasa lebih halus, kualitas mikrofon meningkat, atau mode transparansi terdengar lebih alami. Dengan menjaga headphone tetap mutakhir, Anda mungkin mendapatinya menjadi perangkat yang sama sekali berbeda dari saat pertama dibeli.
Mudah sekali hanya menyalakan headphone, biarkan tersambung otomatis ke ponsel, dan jarang membuka aplikasi pendampingnya. Namun, Anda mungkin melewatkan notifikasi untuk memperbarui firmware, dan headphone tidak akan memperbarui dirinya sendiri.
Masalah: Suaranya terdengar membosankan
**Solusi:** Utak-atik EQ
Mempertahankan pengaturan EQ yang sama untuk berbagai media yang Anda konsumsi dapat menghasilkan respons suara yang datar atau membosankan. Namun, pengaturan EQ yang tepat dapat menyoroti bagian lagu yang belum pernah Anda perhatikan sebelumnya, atau membuat podcast favorit terdengar lebih jernih dari sebelumnya.
Beberapa orang menghindari equalizer di headphone mereka karena merasa gentar dengan angka dan simbol yang mewakili komponen frekuensi. Banyak aplikasi headphone menyertakan equalizer lima atau enam pita, dan meski Anda tidak memahami apa yang Anda lihat, telinga Anda akan menerjemahkan berbagai frekuensi tersebut.
Anda akan segera merasakan perbedaan sonik, dan pengaturan EQ yang diubah bisa lebih berdampak daripada membeli headphone baru, terutama jika anggaran Anda di bawah $450.
Masalah: Anda tak bisa melupakan headphone baru itu
**Solusi:** Luangkan waktu khusus dengan headphone Anda yang sekarang
Saat mendapatkan headphone baru, Anda cenderung memakainya dan memperhatikan betul bagaimana rasanya dan suaranya. Lalu, Anda kembali ke pola biasa memakainya sambil menyelesaikan tugas lain, seperti bekerja, bepergian, berolahraga, atau traveling, dan headphone pun kembali memudar ke latar.
Setelah memperbarui headphone dan mengutak-atik pengaturan audio, duduklah dan fokuslah pada respons audionya. Atur ulang headband dan pastikan posisinya optimal untuk performa audio dan kenyamanan. Bisa jadi Anda gatal untuk upgrade karena sudah jenuh dengan satu mode mendengarkan, dan Anda butuh penyegaran untuk jatuh cinta lagi.
Kesimpulan
Headphone modern berfokus pada preferensi, dan peningkatan perangkat keras atau lunaknya bersifat inkremental. Karenanya, merek tertentu memproduksi headphone yang disesuaikan dengan gaya hidup atau ekosistem perangkat lunak spesifik. Setelah menemukan merek yang paling cocok, besar kemungkinan Anda belum perlu melakukan peningkatan dalam merek yang sama.
Apple AirPods Max (2020), Sony WH-1000XM4 (2020), dan Bose QuietComfort 45 (2021) adalah contoh bagus; masing-masing melayani target audiensnya dengan baik, dan pembaruan berkelanjutan hanya membuat mereka lebih baik. Jika Anda bertemu pemilik headphone ini, saya yakin mereka akan berkata telah memakainya bertahun-tahun dan tidak berniat upgrade.
Juga: Headphone dan earbud terbaik tahun 2026
Sebagai perbandingan, AirPods Max (2024) yang dirilis ulang memiliki perangkat keras yang sama dengan versi 2020, kecuali penambahan port USB-C. Bose belum memperbarui driver di headphone premiumnya sejak 2019, tetapi telah merilis dua model baru sejak saat itu.
Jika headphone Anda berusia lima tahun atau kurang, jangan terburu-buru upgrade. Kemungkinan besar Anda tidak butuh pasangan baru sama sekali; Anda mungkin hanya butuh pengalaman baru dengan headphone lama. Saat waktunya tiba, ZDNET telah menguji puluhan headphone dan memilih yang terbaik.