Minggu, 8 Februari 2026 – 21:48 WIB
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menyatakan bahwa dominasi platform global yang menyedot potensi pendapatan iklan merupakan penyebab utama gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai perusahaan media konvensional saat ini.
Pernyataan itu disampaikan Komaruddin di sela-sela Konvensi Nasional Media Massa, yang termasuk agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Aula Aston Hotel, Kota Serang, Banten.
Komaruddin menjelaskan, iklan yang sebelumnya jadi “amunisi” atau sumber pendapatan utama bagi televisi dan media arus utama lainnya, sekarang beralih ke media sosial dan layanan video seperti YouTube.
“Saat ini semua media tradisional mengalami PHK karena pendapatannya menurun. Dari mana pendapatannya? Dari iklan. Iklan larinya ke medsos,” ujar Komaruddin.
Oleh karena itu, Dewan Pers mendesak pemerintah agar segera membuat regulasi yang adil untuk mencegah hegemoni platform global dan menyeimbangkan ekosistem bisnis media di Indonesia.
Menurut Komaruddin, jika pemerintah tidak ikut campur untuk menciptakan keadilan dan keseimbangan, maka media arus utama akan terus menghadapi kesulitan finansial yang berujung pada pengurangan karyawan.
“Kalau pemerintah tidak ikut menciptakan keadilan, media mainstream itu kemudian mengalami kekurangan revenue dan akhirnya PHK,” jelasnya. (ant)