Putin Siap Bayar Rp16,9 Triliun demi Bergabung dengan Dewan Perdamaian Trump, Gunakan Aset Rusia yang Disita AS

Kamis, 22 Januari 2026 – 18:30 WIB

Moskow, VIVA – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Moskow siap membayar US$ 1 miliar (sekitar Rp16,9 triliun) untuk biaya keanggotaan tetap di “Dewan Perdamaian,” sebuah lembaga internasional baru yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Baca Juga :


Bantah Invasi Greenland, Trump Tekan Eropa soal Golden Dome AS di Arktik

Putin menambahkan bahwa dana tersebut akan berasal dari aset Rusia yang sebelumnya dibekukan oleh Amerika Serikat.

“Kita bisa mengirimkan 1 miliar dolar AS dari aset Rusia yang dibekukan semasa pemerintahan AS sebelumnya ke Dewan Perdamaian,” ujar Putin seperti dilaporkan Anadolu, Kamis, 22 Januari 2026.

Baca Juga :


Trump Ungkap Alasan Ingin ‘Caplok’ Greenland Buat Keamanan, Bukan Ingin Kuasa Mineral Tanah Jarang

Dalam pertemuan Dewan Keamanan Rusia di Moskow, Putin menyatakan ia telah memberi instruksi pada Kementerian Luar Negeri Rusia untuk mempelajari usulan bergabung dengan badan yang dipromosikan AS itu dan menyelaraskan posisi dengan para mitra.

Putin juga menegaskan bahwa Rusia selalu dan akan terus mendukung segala upaya untuk memperkuat stabilitas internasional.

Baca Juga :


Istana Beberkan Alasan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump

Dia menyampaikan bahwa Rusia menerima undangan langsung dari Presiden Donald Trump untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian dan mengucapkan terima kasih atas undangan tersebut.

Minggu lalu, Gedung Putih mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian, bersamaan dengan disetujuinya Komite Nasional untuk Administrasi Gaza – salah satu dari empat badan yang ditunjuk mengelola masa transisi di wilayah itu.

Menurut pernyataan untuk para pemimpin dunia yang diundang bergabung, keanggotaan akan gratis selama tiga tahun pertama. Setelah periode itu, keanggotaan tetap akan dikenakan biaya sebesar US$1 miliar.

MEMBACA  Perdana Menteri Netanyahu dan Donald Trump Setuju untuk Membidik Iran

Pembentukan dewan ini bertepatan dengan dimulainya fase kedua perjanjian gencatan senjata yang menghentikan perang Israel di Gaza – sebuah konflik yang telah menewaskan lebih dari 71.000 orang dan melukai lebih dari 171.000 lainnya sejak Oktober 2023.

Belum Rilis, GTA 6 Terancam Diblokir

GTA 6 terancam diboikot dan diblokir di Rusia. Sejumlah pejabat menilai kontennya tidak sesuai nilai moral dan budaya, memicu polemik jelang perilisan global game ini.

VIVA.co.id

22 Januari 2026

Tinggalkan komentar