Liku-Liku Karier Timothy Ronald, Si “Raja Kripto” yang Terjerat Kasus Dugaan Penipuan

Selasa, 20 Januari 2026 – 11.20 WIB

Jakarta, VIVA – Nama Timothy Ronald lagi-lagi jadi perbincangan publik setelah ada beberapa laporan polisi tentang dugaan penipuan investasi dan trading cryptocurrency. Figur yang dikenal sebagai investor muda sukses dan pendiri Akademi Crypto ini sekarang berada di sorotan.

Baca Juga:
Korban Bertambah, Seorang Perempuan Ngaku Rugi Rp1 M Terkait Dugaan Penipuan Trading Kripto Seret Nama Timothy Ronald

Laporan paling anyar datang dari seorang perempuan bernama Agnes Stefani (25) yang mengaku mengalami kerugian lebih dari Rp1 miliar. Laporannya tercatat di Polda Metro Jaya dengan nomor STTLP/B/483/1/2026.

Kasus ini nambahin daftar laporan sebelumnya, di mana seorang pelapor berinisial “Y” mengaku rugi sekitar Rp3 miliar dan sudah lebih dulu melaporkan ke polisi.

Baca Juga:
Ungkap Strategi Jaga Fundamental Ekonomi RI, Purbaya: Ekonomi 6 Persen Enggak Sulit

Kasus yang nyeret nama Timothy Ronald ini bikin diskusi tentang fenomena influencer investasi, khususnya di sektor crypto yang berisiko tinggi, muncul lagi. Banyak korban yang bilang tertarik gabung ke Akademi Crypto karena lihat citra kesuksesan, gaya hidup mewah, dan janji hasil investasi yang sangat tinggi.

Tapi, hasil yang mereka dapat malah kerugian besar. Di sisi lain, karier Timothy Ronald enggak bisa lepas dari cerita sukses anak muda yang bangun kekayaan sejak usia dini. Dari pedagang pomade impor sampe dijuluki “Raja Kripto Indonesia”. Berikut rekam jejak bisnis Timothy Ronald seperti dirangkum pada Selasa, 20 Januari 2026.

Perjalanan Karier Timothy Ronald

Timothy Ronald dikenal sebagai investor muda dari Tangerang Selatan yang lahir pada 22 September 2000. Perjalanan bisnisnya mulai sejak umur 15 tahun, waktu dia berdagang pomade impor.

MEMBACA  Basta Hitam: Kelompok Ransomware Jatuh yang Tetap Hidup

Usaha itu bukan cuma bisnis sampingan, tapi langkah awal buat ngumpulin modal investasi di pasar saham dan kripto. Sejak remaja, Timothy mengaku terinspirasi sama figur investor legendaris Amerika Serikat, Warren Buffett, dan sudah baca ratusan buku tentang investasi.

Di usia 19 tahun, Timothy berhasil dapatin Rp1 miliar pertamanya dari aktivitas investasi. Dana itu kemudian dipakai buat mendirikan platform edukasi finansial Ternak Uang, sebelum akhirnya dia lebih dikenal lewat Akademi Crypto. Platform edukasi dan riset kripto ini didirikan bareng rekannya, Kalimasada.

Akademi ini jadi pintu masuk banyak orang ke dunia trading kripto, termasuk para pelapor dalam kasus yang sedang diselidiki polisi sekarang.

Halaman Selanjutnya

Tinggalkan komentar