Defisit Anggaran Indonesia Tetap Aman di Tengah Perlambatan Ekonomi

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakinkan bahwa potensi melebarnya defisit anggaran negara tidak akan mengganggu pergerakan dan kinerja ekonomi Indonesia.

Dia menyatakan pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga defisit dalam batas yang diperbolehkan hukum.

"Defisit mungkin bergerak sedikit lebih tinggi. Tapi yang pasti, kami akan pastikan tidak melanggar hukum," kata Purbaya dalam wawancara doorstep usai Upacara Pembukaan Tahun Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2026 di Jakarta, Jumat.

Purbaya menjelaskan, defisit APBN 2025 diproyeksikan meningkat dari outlook sebelumnya sebesar 2,78 persen dari Produk Domestik Bruto, seperti diuraikan dalam laporan semester lalu.

Penyesuaian ini dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi yang terjadi sepanjang tahun lalu. Meski demikian, dia menekankan pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk memulihkan kinerja ekonomi.

Seiring membaiknya kondisi ekonomi, dia menyakini perkembangan defisit anggaran akan menjadi lebih terkendali ke depannya.

"Dan yang paling penting adalah perekonomian terus bergerak, laba perusahaan membaik, dan ini otomatis akan tercermin dalam harga saham yang lebih tinggi," ujarnya.

Seperti diketahui, target defisit APBN 2025 direvisi dari semula 2,53 persen PDB menjadi 2,78 persen PDB. Revisi ini mempertimbangkan realisasi penerimaan negara yang lebih lambat dari perkiraan.

Menurut data terbaru Kementerian Keuangan per 30 November 2025, defisit anggaran berada di angka 2,35 persen PDB, setara dengan Rp560,3 triliun.

Penerimaan negara mencapai Rp2.351,5 triliun, atau 82,1 persen dari outlook APBN 2025 sebesar Rp2.865,5 triliun. Sementara itu, belanja negara tercatat Rp2.911,8 triliun, atau 82,5 persen dari proyeksi Rp3.527,5 triliun.

Meski penerimaan negara diproyeksikan tidak mencapai target, Purbaya mengulangi komitmen pemerintah untuk menjaga defisit anggaran di bawah batas maksimal 3 persen PDB sebagaimana diamanatkan undang-undang.

MEMBACA  Mayoritas Penyakit yang diderita oleh Warga Indonesia: Pneumonia, Demensia, dan Dispepsia

Berita terkait: Indonesia’s Q3 growth shows effective fiscal management: minister
Berita terkait: RI President pushes fiscal reform, State Budget deficit control

Penerjemah: Imamatul Silfia, Primayanti
Editor: M Razi Rahman
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar