Liu Pengyu, seorang juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok untuk AS, menolak anggapan bahwa investasi Tiongkok melanggar hak-hak masyarakat. Dalam sebuah surel, Liu menyatakan bahwa Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI), yang menjadi payung bagi investasi infrastruktur luar negeri negara itu, bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi hijau.
“Tujuan pendirian BRI adalah untuk memajukan kerja sama Tiongkok dengan negara-negara mitra sesuai prinsip saling menghargai, kesetaraan, dan saling menguntungkan, guna membantu mereka mengembangkan ekonomi dan terbebas dari kemiskinan—yang merupakan hak asasi manusia yang paling mereka butuhkan,” kata Liu.
Di Hongaria, para akademisi dan aktivis lingkungan menyatakan bahwa investasi-investasi ini dipercepat oleh pengawasan yang longgar dan perizinan yang diprioritaskan. Pemerintah Orbán menghapuskan kementerian lingkungan hidup setelah berkuasa pada 2010 dan secara lebih luas menekan unjuk rasa serta perbedaan pendapat.
Setelah Kozma mulai vokal mengenai pabrik-pabrik baterai tersebut, ia menjadi target kampanye hitam di media sosial dan situs berita yang didukung negara, yang menyebutnya bertindak atas nama agen asing dan bertentangan dengan kepentingan warga.
Namun, ia tidak mundur. Saat pertemuan di balai warga bulan lalu berakhir, dengan dentuman musik dansa dari sebuah ruangan di ujung lorong, Kozma bersikap menantang, berupaya menarik lebih banyak orang untuk bergabung dalam perjuangannya.
“Yang diinginkan pihak berwenang adalah membuat orang percaya bahwa mereka kecil, bahwa mereka tak bisa berbuat apa-apa,” ujarnya. “Jika kau peduli, kau adalah agen, pengkhianat. Ingin membela diri? Kau hanyalah sebutir debu,” tambah Kozma. “Saya akan membela Anda.”
### Raksasa Baterai di Tetangga
Keesokan paginya, Kozma mengendarai Fiat merahnya menyusuri jalan tanah buntu yang berakhir di rel kereta api. Ia ditemani Tibor Nemes, wakil ketua kelompok Mikepércs, dan mereka menjelaskan bagaimana rel tersebut sebelumnya melayani jalur regional hingga ditutup otoritas karena melintasi lahan seluas 546 acre milik CATL.
Pabrik itu membentang di serangkaian bangunan gudang raksasa tanpa jendela yang sudah mencapai setengah mil panjangnya. Di sebelahnya terdapat lahan berlumpur tempat lebih banyak bangunan direncanakan. Lokasi ini dikelilingi pabrik-pabrik lain penghasil katoda, casing aluminium, film pemisah baterai, dan gas, semuanya untuk industri kendaraan listrik. Beberapa tahun lalu, tempat ini masih lahan pertanian.