Pendapatan CoreWeave: Operator Data Center Kantongi Pendapatan Masa Depan Rp 876 Triliun, Proyeksi Pendapatan Turun di Tengah Kekhawatiran Gelembung Ekonomi

CoreWeave lagi ngumumin hasil keuangan untuk kuartal ketiga. Mereka hampir ngedobel backlog pendapatan mereka, yang artinya pendapatan masa depan yang sudah dikontrak, jadi $55.6 miliar. Ini naik dari $30 miliar di kuartal sebelumnya. Mereka berhasil lampaui perkiraan pendapatan dan laba analis.

Tapi, perusahaan ini juga ngelaporkan bahwa utang mereka naik dan mereka nurunin panduan pendapatan untuk tahun ini. Karena itu, sahamnya turun 6%. Banyak investor yang mulai khawatir sama CoreWeave dan industri AI secara umum, makanya sahamnya udah turun lebih dari 30% dari Agustus lalu.

Alasan panduan pendapatan diturunin adalah karena ada penundaan pembangunan beberapa pusat data. CEO-nya bilang ada developer pihak ketiga yang telat. Walaupun begitu, pelanggan yang kena dampak setuju untuk ngesesuaikan jadwal, jadi nilai kontrak aslinya tetep sama.

Pendapatan untuk kuartal ini naik gede banget jadi $1.4 miliar. Tapi, mereka masih rugi, walaupun ruginya lebih kecil dari tahun lalu. Utang mereka malah nambah, sekarang jadi $14 miliar. Bunga yang harus mereka bayar juga hampir tiga kali lipat.

Di sisi lain, ada juga investor yang percaya banget bahwa pendapatan CoreWeave dari semua kontraknya nanti akan jauh lebih besar daripada utang-utang mereka. Baru-baru ini aja, mereka dapet kontrak gede senilai $14.2 miliar dari Meta dan kesepakatan lain dengan perusahaan AI dari Perancis.

MEMBACA  Dimulainya Masa Transisi Mamdani di New York Pasca Kemenangan Bersejarah