Senin, 10 November 2025 – 09:25 WIB
Jakarta, VIVA – Tiap kali memperingati Hari Pahlawan, kita sering teringat kisah perjuangan para pejuang di medan perang. Tidak cuma pejuang laki-laki, sejarah juga mencatat bahwa kemerdekaan Indonesia juga terwujud berkat keberanian dan pengorbanan para pahlawan perempuan.
Baca Juga :
Ketika Pemberian Gelar Pahlawan Jadi Jalan Rekonsiliasi Nasional
Mereka tidak hanya angkat senjata, tapi juga berjuang lewat pendidikan, jurnalisme, sampai organisai sosial untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan.
Berikut adalah sepuluh pahlawan nasional wanita Indonesia, yang telah dirangkum pada Senin, 10 November 2025.
Baca Juga :
1. R.A. Kartini
Di urutan pertama ada Raden Adjeng Kartini. Dia adalah sosok yang memperjuangkan hak perempuan untuk bisa sekolah di zaman kolonial.
Baca Juga :
Melalui surat-suratnya yang kemudian dibukukan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang, Kartini menyalakan semangat emansipasi dan kesetaraan.
Namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 2 Mei 1964 lewat Keputusan Presiden Nomor 106 Tahun 1964. Sampai sekarang, Hari Kartini diperingati setiap 21 April sebagai bentuk penghargaan atas perjuangannya.
2. Cut Nyak Dhien
Dikenal sebagai simbol keberanian perempuan Aceh, Cut Nyak Dhien memimpin pasukan dalam Perang Aceh melawan Belanda. Ia terkenal dengan strategi gerilya yang efektif dan semangat pantang menyerah walaupun harus kehilangan banyak hal.
Atas jasa-jasanya, pemerintah menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 106 Tahun 1964 dan memberinya gelar “Ratu Aceh”.
3. Dewi Sartika
Dari Jawa Barat, lahir tokoh pendidikan perempuan bernama Dewi Sartika. Ia mendirikan sekolah khusus perempuan yang bernama Sekolah Kaoetamaan Isteri di Bandung pada awal tahun 1900-an. Dewi Sartika mendapatkan penghargaan Orde van Oranje-Nassau dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 1 Desember 1966 berdasarkan Keputusan Presiden No. 252 Tahun 1966.
4. Rasuna Said
Dikenal lantang menyuarakan hak-hak perempuan dan kemerdekaan bangsa, Hajjah Rangkayo Rasuna Said berjuang untuk Indonesia melalui jalur politik dan pendidikan. Pidato-pidatonya yang berani melawan penjajahan membuatnya dikenang sebagai tokoh perempuan progresif. Ia diberikan gelar Pahlawan Nasional pada 13 November 1974 melalui Keputusan Presiden No. 084/TK/1974.
5. Nyai Ahmad Dahlan
Siti Walidah, atau Nyai Ahmad Dahlan, dikenal karena perannya dalam pemberdayaan perempuan melalui pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Bersama suaminya, pendiri Muhammadiyah, ia mendirikan organisasi Aisyiyah untuk mendukung peran perempuan di masyarakat. Pemerintah memberikannya gelar Pahlawan Nasional pada 22 September 1971 melalui Keppres No. 042/TK/1971.
Halaman Selanjutnya
6. Maria Walanda Maramis