33 Prajurit Kolombia yang Diduga Diculik atas Perintah Kelompok Pemberontak Dikabarkan Telah Dibebaskan

BOGOTA, Kolombia (AP) — Tiga puluh tiga prajurit Kolombia yang diduga disandera oleh warga desa yang bertindak atas perintah kelompok pemberontak telah dibebaskan setelah tiga hari, demikian disampaikan kantor ombudswoman pada hari Kamis.

Kementerian Pertahanan Kolombia menyatakan bahwa para prajurit tersebut ditahan sejak hari Senin di provinsi Guaviare bagian tenggara, menyusul suatu baku tembak yang menewaskan 10 anggota dari suatu kelompok FARC yang menolak berdamai.

Menteri Pertahanan Pedro Sánchez pada hari Senin menyebutkan bahwa warga desa yang menahan para prajurit tersebut menuntut dikembalikannya jenazah seorang pemberontak yang tewas, yang telah dibawa ke rumah duka di ibu kota provinsi. Awalnya pihak militer melaporkan 34 prajurit yang disandera, namun kemudian merevisi jumlahnya menjadi 33.

Ombudswoman Iris Marín mengumumkan pembebasan tersebut melalui akun X-nya. Kantornya turut melakukan mediasi dengan komunitas setempat untuk mengamankan pembebasan itu.

Kolombia terus berjuang mempertahankan keamanan di sejumlah wilayah pedesaan, di mana geng narkoba dan kelompok pemberontak memperebutkan wilayah-wilayah yang ditinggalkan oleh FARC, kelompok gerilya yang berdamai dengan pemerintah pada tahun 2016.

MEMBACA  Pemilihan Mauritius: Di tengah skandal penyadapan, apa yang dipertaruhkan? | Berita Pemilihan