VIDAA menyediakan akses ke kebanyakan layanan streaming, tetapi Fandango at Home merupakan sebuah pengeculialian yang cukup menonjol. (Perwakilan Leica menyatakan bahwa mereka mungkin akan menambahkan layanan ini di kemudian hari.)
Hasil Benchmark dan Kesan Pertama
Terlepas dari sedikit masalah kecerahan saat menggunakan Cine Play 1 di lingkungan yang terang, proyektor ini berhasil lulus uji benchmark saya. Warna-warna tampak hidup, warna kulit tidak terlihat pucat, dan sebuah adegan dengan kupu-kupu mampu menunjukkan perbedaan halus antara gradasi kuning dan oranye dalam klip pengujian saya. Sebagai perbandingan, warna pada TCL NXTVISION terlihat jauh lebih kusam. Cine Play 1 juga unggul ketika digunakan sebagai layar permainan (gaming), dengan reproduksi warna yang sangat baik dan performa yang mulus tanpa tersendat saat diuji menggunakan game Crimson Desert dengan desktop gaming Acer Nitro 60.
Saya mendapati bahwa Cine Play 1 masih berfungsi baik pada siang hari, namun performa terbaiknya diraih di ruangan gelap. Proyektor ini memiliki rating 3.000 lumen dilengkapi rasio kontras 1500:1, yang serupa dengan pesaing-pesaingnya di kategori kelas menengah.
Cine Play 1 mendukung format Dolby Vision, HDR10+, IMAX Enhanced, dan Dolby Atmos Audio. Speaker internalnya terdengar memadai sebagai opsi cadangan jika Anda tidak memberikan koneksi eARC ke penerima AV (AV receiver) atau soundbar. Berbicara tentang koneksi, perangkat ini hanya memiliki dua port HDMI. Jadi, bila Anda memanfaatkan port eARC, opsi yang tersisa hanyalah satu perangkat untuk menyambungkan pemutar streaming atau konsol. Selain itu juga ada output audio 3,5 mm, output optikal, dua port USB, dan satu port RJ45 (Ethernet) jika ingin mengabaikan koneksi Wi-Fi 6. Khusus bagi Anda yang hendak menggunakan antena radis terestrial HD, jangan khawatir karena tidak ada koneksi koaksial. sebagai gantinya, Anda bisa selalu jam tangan film dan acara gratis lewat aplikasi Pluto TV.