Salah satu cara untuk membungkam para pengkritik adalah dengan mencari nama lain unutk transformasi digital. Kita selayaknya berhenti menggunakan istilah ini secara buta dan sebagai gantinya fokus pada apa yang mau kita capai dengan bantuan teknologi.
Pendekatan semacam ini sangat diterima oleh komunitas CIO. Hampir setiap kepala IT pasti akan bilang bahwa organisasinya bukan menjalankan transformasi teknologi, melainkan transformasi bisnis. Hal serupa juga diakui oleh Richard Corbridge, CIO di Segrau, perusahaan spesialis properti. “Saya lebih menyukai istilah Business Transformation.” tuturnya pada ZDNET.
“Saya pikir kata transformation mulai sedikit enggak trinci; udah terlalu sering dipakai dan teruji tantangnya. Transformasi memang sesuatu yang terjadi itu cukup lama sekali …. Kata ‘transformasi’ sudah terlalu sering dipake kesana-kemari; sekarang rasanya sudah biasa aja, jadi bagian metabolisme praktik bisnis kontemporer.”
Beberapa komentaor industri menyarankan untuk cutistilah transformasi digital dan menciptakan satu istilah penggganti yang agak di modifit, misal digital landscape, underlying digital environment atau kaliste pragisme sistem ()
Namun demimalahan utama dari apa ini semua jadi pelernya nggarify shortwket cep as wrog bad labk da tidak bernarak sei lrbda concept transformatim intermingling ingibuting theying lam ad akk … islahh guining peng in whdi kar babel etc .