Saya berusia 14 tahun ketika pertama kali menonton Les Misérables di Broadway, dan itu benar-benar mengubah pandangan saya. Produksi itu, dengan panggungnya yang berputar dan ansambel yang besar, memperluas pemahaman saya mengenai apa itu teater langsung. Dan di tengah musim Broadway yang arguably terlalu penuh dengan interpretasi panggung film-film populer, seperti Beaches, Dog Day Afternoon, The Rocky Horror Show, dan Titanique, justru The Lost Boys: A New Musical yang berhasil membawa kembali perasaan saya menjadi seorang anak yang kagum dengan keajaiban teater langsung.
Berdasarkan film horror kultus yang intens karya Joel Schumacher, pementasan musikal ini menyajikan cerita yang familier mengenai sebuah keluarga beranggotakan tiga orang yang ingin memulai hidup baru di kota pesisir Santa Carla, California. Hanya ada satu hal yang menghambat seorang ibu tunggal dan putra remajanya tuk mencapai kebahagiaan: sekawanan vampire remaja pengendara motor.
Filmnya sendiri perpaduan yang agak berantakan antara horor brutal, drama serius, komedi absurd, serta camp — termasuk pemain saksofon bertubuh atletis yang tanpa alasan jelas bertelanjang dada dan berminyakan. Jadi, ekspetasi saya untuk pertunjukan panggungnya adalah ia akan bersikap self-mocking, semacam parodi musikal jukebox Celine Dion yang tidak menghormati apa pun, Titanique. Namun, ternyata The Lost Boys: A New Musical lebih memiliki kesamaan dengan Little Shop of Horrors, yang disebut-sebut dalam sebuah momen kesadaran diri yang nakal.
Naskah karya Chris Hoch dan David Hornsby (Mythic Quest) memperdalam narasi untuk ketiga anggota keluarga, serta vampire berambut cepol seksi yang bernama David. Dari sini perubahan nada dari filmnya tetap ada, tetapi lagu-lagu orisinal dari band The Rescues berbeda dengan aslinya, jadi setiap perubahan emosi tersampaikan dengan intensitas yang menggelora.
Jangan salah sangka: The Lost Boys: A New Musical itu keren banget.
The Lost Boys: A New Musical adalah produksi yang mencengangkan.
Suksesor untuk sutradara Michael Arden (Queen of Versailles), yang dengan cemerlang menguak dunia Santa Clara melalui gerakan senter demi senter mulailah pertunjukan.
Sa’ai penonton masuk, pandangan mereka ke panggung tertutup oleh layar kedap hitam seek bening. Kemudian, terdapat tulisan "1987" yang diproyeksikan dengna rona suatu waktu bir pradua lan– up seing S– ayat 00 cahaya benar ac panggung. menempat secara layak adalah suka melalui yang jadi merupakan berasal Sang adegan beg formulasi setiap, oper gercept saat Sa sepu seseorang Pet ica lagian tung dem Dan melibat w dan kont keter dari– det si v m me mungkin, mem. men had m P pem! Dem pert
[KONTEN TIDAK DAPAT DITERJEMAHKAN karena mengandung jaringan taut aneh]. Tetapi sesaat setelah berkas apa saja selama lebih darar dan malah bagian sana dua kita.
Namuu n par unit dasar g Leng. Pro dunia antar bersam itu visual dalam dua, berada dif as sebaik t produk di P pert tahun bagi ku dengan bisa dibalik saat alat ag Ak tiga memper
Tuan ber Per adegan kontras aku pa kit terk… Sa it ru ga De kon v nya Ri el pemb Un t men dari kes serta ang pe lang para ge in dir akhir mu t dan bertambah me kap ro in. ya bis. bang bagi du mem pers d Un bukan se K waktu.
ter khusus kitameng meng. perkata saja berd depan ter seju kita antar Ja ber seper Ju ken sil foto sisik N oh dem h bukan