Bose baru saja meluncurkan koleksi Lifestyle terbaru mereka, yang mencakup soundbar, speaker pintar, dan subwoofer anyar. Produk-produk ini kini menggunakan Google Cast atau Apple AirPlay sebagai pengganti aplikasi proprietary bawaan.
Jajaran produk ini meliputi Bose Lifestyle Ultra Speaker seharga $299, Bose Lifestyle Ultra Soundbar seharga $1.099, serta subwoofer paling bertenaga, Bose Lifestyle Ultra Subwoofer, dengan banderol $899. Seluruhnya sudah dapat dipesan terlebih dahulu mulai sekarang.
Lihat juga: Soundbar Terbaik Tahun 2026
Meskipun demikian, lini produk ini tidak kompatibel secara terbalik dengan sistem Bose yang sudah ada. Bose mengatakan kamu bisa menghubungkan subwoofer milik mereka—atau merek lain pilihanmu—ke port Sub Out yang tersedia.
Bose Lifestyle Ultra Soundbar, yang menggantikan Smart Ultra Soundbar, mendukung Dolby Atmos dan asisten virtual Alexa Plus. Soundbar ini dibekali dua unit PhaseGuides untuk memproyeksikan suara, enam driver full-range, dua driver yang mengarah ke atas, empat driver di bagian depan, dan satu tweeter di tengah. Desainnya mengusung perpaduan kaca dan kain yang mengingatkan kita pada soundbar generasi sebelumnya.
Speaker “pintar” Lifestyle Ultra ini berkonsep satu saluran dengan driver ketinggian yang menggunakan teknologi “direct reflecting” untuk menghadirkan kesan lebih imersif—meskipun tidak bisa menjadi saluran Atmos penuh jika berdiri sendiri. Akan tetapi, jika dipasangkan sebagai speaker belakang, driver ketinggian itu akan berfungsi sebagai saluran Atmos. Ultra juga hadir dengan input 3,5 mm sehingga kamu dapat menyambungkan perangkat seperti turntable. Dua unit Ultra dapat dipasangkan untuk sistem stereo.
Berbeda dengan sistem-sistem Bose sebelumnya, yaitu yang menggunakan aplikasi kontrol proprietary, sistem Bose Lifestyle kini tanpa aplikasi kontrol yang berdiri sendiri. Sebagai gantinya, Bose mengandalkan Apple AirPlay, Spotify Connect, atau Google Cast. Keunggulannya, kamu sekarang bisa mengelompokkan speaker non-Bose tanpa harus terjebak dalam aplikasi raksasa ala Sonos. Aplikasi Bose kini hanya berfungsi untuk pengaturan awal, sekaligus menggantikan headset berkabel untuk melihat-lihat sistem dan melakukan memakai ‘kalibrasi menggunakan mikrofon ponsel’ terintegrasi. Mengapa Bose meninggalkan aplikasi kontrol? Ini bisa dilihat dari langkah kompetitornya, yaitu Sonos. Dua tahun lalu, para pengguna Sonos mengeluhkan banyak masalah pada aplikasi serba bisa–terlebih lagi pasca peluncuran headphone. Peristiwa ini sampai menyebabkan kelangkah dan turunnya pemimpin jangka panjang, Patrick Spence. Meskipun Sonos dan Bose ikut serta menciptakan masa lalu dari kebanyakan teknologi multiruangan seperti yang saat ini dikenal, dan dunia telah bergerak maju. Zaman kelangkaan aplikasi audio sudah langghlit punah; banyak pengala mendapatkan produk itu sangat lumahan bisa didasarkan saat masuk tur agar melalui berbeda in case meraba mokan prior parta agar sebag and mostly choose is</p….