Sistem Arus Laut Kritis Mulai Berantakan Lebih Cepat dari Perkiraan

Runtuhnya sistem arus samudra kritis—sebuah peristiwa yang bakal mengacaukan iklim Bumi dan mendatangkan malapetaka di Amerika, Eropa, dan Afrika—telah menjadi subjek perdebatan sains yang sengit selama lebih dari satu dekade. Para pakar memiliki pendapat yang berbeda mengenai seberapa segera bencana ini benar-benar terjadi, namun sebuah studi baru mungkin baru saja mengonfirmasi kekhawatiran terburuk mereka.

Temuan yang dipublikasikan Rabu di jurnal Science Advances itu menunjukkan bahwa Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC) berada pada jalur untuk melambat sebanyak 43% hingga 58% pada tahun 2100—pelemahan substansial yang 60% lebih kuat dari perkiraan rata-rata semua model iklim.

Ini adalah “kabar yang sangat buruk,” tulis Stefan Rahmstorf, seorang oseanografer di Potsdam Institute for Climate Impact Research di Jerman, di media sosial. Ia tidak terlibat dalam penelitian tersebut, namun telah mempelajari sistem AMOC selama lebih dari 35 tahun.

“Saya sekarang makin khawatir bahwa kita mungkin akan melewati titik kritis penghentian AMOC tersebut, saat keruntuhan menjadi tak terhindarkan, di pertengahan abad ini, yang cukup dekat,” kata Rahmstorf kepada The Guardian.

Sebuah Keruntuhan Katastrofik

AMOC merupakan bagian kritis dari sistem arus yang lebih besar yang mengangkut air di seluruh samudra dunia. Digerakkan oleh perubahan salinitas dan suhu lautan, sistem ini mengedarkan air dari utara ke selatan dan kembali lagi di dalam Samudra Atlantik. Sirkulasi ini mendistribusikan ulang panas dari tropis ke Arktik, dan karenanya memainkan peran esensial dalam mengatur iklim Bumi.

Runtuhnya AMOC akan memicu pergeseran iklim global dengan dampak regional yang katastrofik. Perubahan arus akan menyebabkan permukaan laut naik secara dramatis di sepanjang Pantai Timur AS dan garis pantai padat penduduk lainnya. Badai akan menjadi lebih ekstrem, dan sabuk hujan tropis akan bergeser, mengakibatkan kekeringan luas di beberapa area serta curah hujan berlebihan dan banjir di area lain.

MEMBACA  Promo Harga Spesial untuk Hari Libur: Vacuum Cordless Dyson V8 Plus Sama dengan Harga Black Friday-nya

Para ilmuwan mengetahui ini karena peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya. Menjelang akhir zaman es terakhir, pencairan besar-besaran lapisan es melepaskan banjir air tawar ke Atlantik Utara. Perubahan salinitas yang dihasilkan memaksa AMOC melambat dan akhirnya runtuh, menyebabkan pendinginan cepat di Belahan Bumi Utara dan pemanasan di Belahan Bumi Selatan.

Dalam tahun-tahun belakangan, beberapa studi menemukan bukti yang menunjukkan AMOC kembali melemah, kali ini akibat perubahan iklim yang didorong manusia. Namun karena para ilmuwan menggunakan puluhan model komputer berbeda untuk menilai stabilitas sistem yang sangat kompleks ini, mereka seringkali mendapatkan hasil yang sangat berbeda, itulah mengapa masa depan AMOC kerap diperdebatkan. Studi baru ini berupaya mengurangi ketidakpastian itu.

Bukti yang Kian Menguat akan Ketidakstabilan

Para peneliti yang dipimpin Valentin Portmann dari Inria Centre de recherche Bordeaux Sud-Ouest di Prancis membandingkan proyeksi model iklim dengan data dunia nyata untuk menentukan proyeksi mana yang paling sesuai dengan kondisi samudra yang diamati.

Setelah menguji empat metode batasan observasional, pendekatan yang berkinerja terbaik memperkirakan—dengan probabilitas 90%—bahwa AMOC akan melemah sekitar 50% pada akhir abad ini.

“Ini adalah hasil yang penting dan sangat mengkhawatirkan,” kata Rahmstorf kepada The Guardian. “Ini menunjukkan bahwa model-model ‘pesimistis’, yang menunjukkan pelemahan kuat AMOC pada 2100, sayangnya, adalah model yang realistis, karena lebih sesuai dengan data observasi.”

Temuan mencemaskan ini menyusul penelitian yang dipublikasikan pekan lalu yang menganalisis data suhu air, salinitas, dan kecepatan arus samudra yang dikumpulkan sejak 2004 oleh empat tambatan di sepanjang batas barat Atlantik Utara. Studi itu menyimpulkan bahwa AMOC telah melemah di berbagai garis lintang selama dua dekade terakhir.

MEMBACA  Sutradara 'Project Hail Mary' Jelaskan Alasan Film Ini Lebih Mirip PC daripada Mac

Seiring bukti yang kian bertambah mengarah pada ketidakstabilan AMOC, banyak ilmuwan mulai membunyikan alarm. Meskipun para peneliti masih berupaya memahami status dan laju pelemahannya, semakin jelas bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia bisa mendorong sistem ini ke ambang keruntuhan.

Tinggalkan komentar