Persidangan sengit antara Elon Musk dan CEO OpenAI, Sam Altman, berakhir mendadak pada hari Senin setelah juri memutuskan secara bulat bahwa tuntutan Musk yang menyebut Altman “mencuri badan amal” tidak dapat diajukan ke pengadilan karena melampaui batas waktu hukum (statute of limitation).
Kasus yang diajukan Musk terkait erat dengan masa lalunya sebagai salah satu pendiri OpenAI, yang didirikan sebagai lembaga nirlaba pada tahun 2015. Musk menuduh Altman menggunakan sumber daya finansialnya untuk memperluas operasi OpenAI sebelum mengubah organisasi menjadi entitas komersial.
Gugatan Musk menyatakan bahwa Altman dan presiden OpenAI, Greg Brockman, telah melanggar perjanjian pendirian yang menyatakan bahwa teknologi korporasi “akan bermanfaat bagi publik” dan “tidak diorganisir demi keuntungan pribadi siapapun.” Microsoft juga disebut sebagai tergugat; Musk menuduh bahwa investasi perusahaan itu pada 2019 dan ketertarikan berkelanjutannya terhadap OpenAI merupakan bentuk bantuan dalam pelanggaran perjanjian pendirian.
(Di sini, Ziff Davis, perusahaan induk CNET, pada 2025 mengajukan gugatan terhadap OpenAI atas dugaan pelanggaran hak cipta dalam pelatihan dan pengoperasian sistem AI mereka.)
Musk sebelumnya menuntut kompensasi puluhan miliar dolar yang akan diambil dari operasi for-profit OpenAI dan didistribusikan kembali ke misi nirlaba OpenAI. Ia juga berharap pengadilan akan memenangkan tuntutannya untuk mencopot Altman dan Brockman dari posisi eksekutif.
Kasus ini diajukan di pengadilan federal Oakland, California, dan dipimpin oleh Hakim Distrik AS, Yvonne Gonzalez Rogers. Ia menerima keputusan bulat juri yang dicapai setelah tiga minggu pemeriksaan bukti dan hanya dua jam musyawarah.
Dalam putusannya untuk Altman, pengadilan menyatakan bahwa “klaim pelanggaran kepercayaan amal dan pengayaan tanpa hak dinyatakan tidak tepat waktu.” Musk seharusnya mengajukan gugatan dalam tempo tiga tahun setelah keluar dari OpenAI agar tuntutannya didengar. Semua klaim terhadap Altman, Brockman, dan Microsoft telah ditolak. Pengacara utama Musk, Steven Molo, menyiapkan hak banding milliarder tersebut.
Musk dan Altman terus mengarahkan perusahaan AI masing-masing untuk masuk ke pasar publik. Kemenangan Altman membuka jalan bagi potensial penawaran perdana saham (IPO) senilai triliunan dolar bagi perusahaanannya sendiri begitu pun perusahaan Musk serta persaingan di realita komersial memang selalu ambysius.
Singkatnya, hakim lelah membahas perasaan dua billionaire teknologi yang sejak 2015 saling menggugat tanpa memiliki batasantlaim sebagaimana diatur undang undang. Kejadian serupa berpeluang berulang seiring IPOn lancangSpaceX dan kepentingan raksetech hiburan baik Microsoft bahkan kami nilai sdt kita derma siam di depan sengkarakatku. Dikhawatikan rekening dan gener, AI bukan berhasil be dumb baka i ask ur ug war.
* Ada satu faktor kekhilafan kalender penulilisan: aku terlambhat ya den. Kutunjukkan kas dua mistake km2 k bi tre. Selanal sempal yye Teks yang diberikan tidak disertakan. Silakan kirimkan teks yang ingin ditulis ulang dan diterjemahkan.