Sebuah trik papan luncur ‘boneless 360’ boleh dibilang merupakan manuver berusaha keras namun hasilnya biasa saja—variasi dari gerakan ikonis dari era 80-an yang sebenarnya tak terlihat terlalu keren dalam gaya street modern, meski melakukannya sangat sulit.
Sebuah “Headless 360” mungkin ibaratnya jika kepala Anda terlepas saat melakukan boneless 360, yang bukan hal mustahil untuk dibayangkan.
Ini juga merupakan inisiatif baru Salesforce yang mengintegrasikan AI agenik ke setiap sudut produk mereka.
Selamat datang Salesforce Headless 360: Tanpa Perlu Browser! API kami adalah antarmukanya. Seluruh platform Salesforce & Agentforce & Slack kini tersedia sebagai API, MCP, & CLI. Semua agen AI dapat mengakses data, alur kerja, dan tugas langsung di Slack, Voice, atau di mana saja dengan Salesforce Headless…
— Marc Benioff (@Benioff) 17 April 2026
Menurut VentureBeat, yang wartawannya Michael Nuñez melaporkan pengumuman Headless 360 dari konferensi pengembang TDX, Salesforce sepertinya tengah mencoba sesuatu yang harus diakui cukup ambisius:
[Pengumuman Headless 360] menghadirkan lebih dari 100 alat dan keahlian baru yang langsung tersedia bagi para pengembang. Ini merupakan respon tegas terhadap pertanyaan eksistensial yang menghantang perangkat lunak perusahaan: Di dunia di mana agen AI dapat bernalar, merencanakan, dan mengeksekusi, apakah perusahaan masih memerlukan CRM [Sistem Manajemen Hubungan Pelanggan] dengan antarmuka grafis?
Jawaban Salesforce: Tidak — dan itulah tepatnya tujuannya.
Tahun lalu, CEO Salesforce Marc Benioff mengklaim 30% hingga 50% pekerjaan di dalam Salesforce dikerjakan oleh AI, dan berkata, “Kita semua harus memahami gagasan bahwa AI bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya kita kerjakan, dan kita dapat beralih ke pekerjaan bernilai lebih tinggi.” Dilihat dari namanya, sepertinya mereka tidak hanya memahaminya; mereka telah memutarnya 360 derajat, dan sayangnya kepala mereka terlepas.
Pada tingkat yang besar, Salesforce seharusnya mengotomasi hubungan bisnis dengan pelanggan—melacak aktivitas mereka, dan mengatur waktu serta mengeksekusi interaksi lanjutan. Dengan Headless 360, terdengar seperti mereka ingin pengguna bisa melepaskan tangan sepenuhnya dari kemudi—berlangganan Salesforce, dan kemudian, secara teori, benar-benar tak perlu login lagi selamanya.
Ingat, Salesforce adalah salah satu perusahaan yang nilainya anjlok di tengah ketakutan ‘SaaSpocalypse’ pada bulan Februari lalu. Mereka berada dalam posisi bertahan, berusaha membuktikan diri sebagai sesuatu yang harus terus ada. Mencari cara untuk memanfaatkan AI masa kini di seluruh produk andalan Anda memang, dalam jangka pendek, terlihat seperti manuver yang memerlukan usaha sangat besar. Mari kita lihat apakah hasilnya juga akan setimpal.