Regulasi global yang terus berkembang bertujuan membatasi akses anak terhadap konten berbahaya, serta berbagai insiden dan gugatan hukum terkait keamanan anak muda di dunia online, telah mendorong Roblox untuk merombak cara mereka menangani akun untuk anak di bawah umur dan memverifikasi usia pengguna.
Mulai awal Juni mendatang, platform game online populer ini berencana mengelompokkan pengguna mudanya ke dalam dua tipe akun baru: “Roblox Kids” untuk usia 5 hingga 8 tahun, dan “Roblox Select” untuk usia 9 hingga 15 tahun. Semua pengguna berusia 16 tahun ke atas akan masuk dalam grup usia bernama “Roblox”.
Perusahaan menyatakan bahwa akun Kids dan Select akan memiliki tampilan latar belakang yang berbeda di seluruh aplikasi Roblox guna memperjelas tipe akun yang sedang digunakan. Pengelompokan akun akan ditentukan oleh teknologi pemeriksaan usia global platform atau oleh orang tua yang terverifikasi.
CEO dan pendiri Roblox, David Baszucki, merinci perubahan-perubahan tersebut dalam sebuah postingan blog pada hari Senin, termasuk batasan untuk setiap tipe akun serta opsi kontrol orang tua yang akan segera tersedia di Roblox.
“Dalam hal keamanan, kami melakukan hal yang benar, termasuk penyaringan proaktif, pemeriksaan usia, kontrol orang tua, dan menyediakan rating konten yang jelas, karena kesejahteraan komunitas kami adalah prioritas tertinggi,” ujar Baszucki dalam postingan tersebut.
Fungsionalitas chat telah menjadi titik kritik khusus terhadap Roblox, yang menghadapi pengawasan dan gugatan hukum terkait *online grooming*, yakni ketika predator dewasa menghubungi anak di bawah umur melalui obrolan yang tidak terpantau. Dalam satu kasus terkini yang mendapat sorotan luas di Inggris, seorang pria berusia 19 tahun menghubungi seorang anak 14 tahun via chat Roblox, lalu mendorongnya untuk beralih ke platform pesan lain, di mana ia kemudian terlibat dalam percakapan “bersifat sangat seksual” dan membagikan gambar serta video intim.
Sebagai bagian dari pengelompokan usia baru ini, akun Kids akan memiliki fitur chat platform yang secara *default* nonaktif, dan akses akan dibatasi hanya pada game berlabel kematangan konten Minimal atau Ringan. Untuk akun Select, komunikasi chat akan “diperkenalkan secara bertahap dengan pengamanan,” dan akses game dibatasi pada yang berlabel kematangan konten Sedang.
Tekanan untuk Verifikasi Usia
Seiring meningkatnya pengawasan terhadap platform media sosial dan game yang menarik audiens muda, berbagai negara dan negara bagian telah memperkenalkan undang-undang yang mewajibkan platform untuk memverifikasi usia pengguna, seringkali mengharuskan ID yang dikeluarkan pemerintah atau persetujuan orang tua untuk membuat akun.
Perusahaan seperti Discord, OpenAI, dan YouTube milik Google telah mengambil pendekatan berbeda dalam memperkenalkan teknologi verifikasi usia. Beberapa menggunakan AI untuk menebak usia pengguna guna memastikan anak muda tidak terpapar konten atau kontak yang tidak pantas.
Discord, contohnya, memperkenalkan konsepnya untuk memverifikasi usia pengguna di platformnya, sesuatu yang katanya sudah diotomatisasi, namun menuai penolakan besar-besaran. Perusahaan itu akhirnya menunda penerapan persyaratan verifikasi usianya.
Sebagian dari tantangan dalam menerapkan teknologi verifikasi usia adalah menghindari gangguan terhadap keterlibatan pengguna di platform. Beberapa perusahaan menghadapi kendala dalam menciptakan sistem yang sulit untuk ditipu atau dilewati sekaligus mematuhi regulasi di berbagai wilayah. Hukum verifikasi usia juga menghadapi oposisi dari para pegiat privasi dan kebebasan berekspresi, yang berpendapat bahwa regulasi semacam itu dapat dengan mudah melanggar perlindungan Amandemen Pertama dan menimbulkan risiko privasi yang akut.