Perseteruan Elon Musk dengan Presiden Trump Menghapus $152 Miliar dari Nilai Pasar Tesla

Hanya dalam beberapa jam, nilai pasar Tesla anjlok $152 miliar, sementara TrumpCoin kehilangan lebih dari $100 juta.

Perpecahan bromansa antara Elon Musk dan Presiden Donald Trump sebenarnya sudah terlihat beberapa minggu terakhir, tapi Kamis lalu pertikaian mereka meledak. Musk lewat platform X mengkritik keras "One Big Beautiful Bill" milik Trump, yang membatasi imigrasi, memotong subsidi energi hijau, dan diprediksi menambah defisit AS hingga $2,4 triliun. Trump membalas lewat Truth Social, menuduh Musk menentang RUU itu hanya karena akan menghilangkan kredit pajak kendaraan listrik yang dinikmati Tesla. Pertengkaran pun berlanjut dengan puluhan cuitan, sebagian besar dari Musk, yang mengklaim Trump ada dalam Epstein Files—alasan dokumen itu belum dirilis, katanya.

Saham Tesla turun 14%penurunan terbesar dalam beberapa tahun—sementara koin kripto Trump anjlok hampir 10%.

Ini perceraian berisiko tinggi bagi semua pihak. Trump mengancam akan menghentikan subsidi dan kontrak pemerintah untuk perusahaan Musk, yang telah membantu Tesla dan SpaceX meraup miliaran dolar. Sebagai balasan, Musk mengancam akan "langsung" menonaktifkan pesawat luar angkasa Dragon milik SpaceX, yang digunakan NASA untuk mengangkut kargo dan astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Steve Bannon, sekutu Trump yang kerap mengkritik Musk, memberi saran kepada presiden untuk membatalkan semua kontrak Musk dan meluncurkan penyelidikan.

"Mereka harus menyelidiki status imigrasinya karena saya yakin dia imigran ilegal dan harus dideportasi segera," kata Bannon. Ada laporan bahwa Musk mungkin berbohong dalam formulir visanya, yang bisa membuatnya ilegal bekerja di AS pada tahun 1990-an.

Penurunan saham Tesla terjadi di momen genting. Bulan ini, perusahaan itu seharusnya meluncurkan layanan robotaxi yang telah lama ditunggu (dan tertunda) di Austin, Texas. Musk berargumen bahwa investor harus melihat Tesla sebagai perusahaan teknologi robotika dan kendaraan otonom, bukan sekadar pembuat mobil listrik—dengan fokus pada teknologi self-driving dan robot humanoid, bukan model mobil baru. Bloomberg melaporkan bahwa Tesla menargetkan peluncuran minggu depan. Musk juga berulang kali klaim bahwa xAI, perusahaan AI-nya, akan segera merilis model baru, meski tertunda.

MEMBACA  Leopold Aschenbrenner: Dari Ramalan AI Viral Menjadi Untung Miliaran DolarMantan peneliti OpenAI ini mengubah prediksi kecerdasan buatan yang viral menjadi fondasi bisnis yang sukses. Kini, ia mengelola dana lindung nilai senilai $1,5 miliar dan memiliki pengaruh besar yang membentang dari Silicon Valley hingga ke Washington, D.C.

Laporan kuartalan Tesla pada April lalu adalah yang terburuk dalam beberapa tahun, dengan penurunan produksi, pengiriman, dan penjualan—terutama di Eropa. Perusahaan itu juga mengurangi ambisi membuat mobil listrik terjangkau, membatalkan rencana menggunakan teknik manufaktur baru. Musk berusaha menenangkan investor dengan mengumumkan akan meninggalkan jabatannya di "Department of Government Efficiency (DOGE)" dan fokus kembali ke perusahaannya.

Musk membantah bahwa perubahan sikapnya terhadap Trump ada hubungannya dengan subsidi mobil listrik. Sejak bergabung dengan kampanye Trump, ia selalu bilang Tesla tidak butuh kredit pajak federal ($7.500 per mobil) untuk menjual produknya. Tapi dalam satu cuitan, Musk mulai menunjukkan kelelahan dengan kebijakan EV Trump: "Pertahankan pemotongan insentif EV/surya meski subsidi minyak & gas tak tersentuh (sangat tidak adil!!), tapi buang SAMPAH MENJIJIKKAN dalam RUU itu," tulisnya.

Sejak Februari, ribuan protes anti-Musk dan Trump—mulai dari sikap mereka terhadap lingkungan hingga tindakan DOGE—berkumpul di showroom dan pusat layanan Tesla di seluruh dunia. Gerakan yang awalnya spontan kini punya organisasi pusat dan nama: Tesla Takedown. Kamis siang, mereka merilis pernyataan tiga kata: "Jual, Jual, Jual."