Krisis memori global telah jadi tantangan berat bagi konsumen sepanjang 2026, dan menurut Samsung, situasinya tak akan membaik di 2027. Raksasa teknologi asal Korea ini baru saja merilis laporan keuangan kuartalnya pekan ini, yang mencatatkan laba rekor berkat lonjakan permintaan chip, sebagaimana dilansir Reuters. Namun, meskipun ini kabar baik untuk neraca Samsung, mereka secara terbuka mengakui bahwa permintaan memori yang tinggi untuk pembangunan pusat data AI akan terus menekan pasokan global.
LIHAT JUGA: Kabar baru soal kacamata pintar Samsung Galaxy bocor
“Pasokan kami jauh dari cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan,” ujar eksekutif Samsung, Kim Jaejune, dalam sambutan telekonferensi pendapatan mereka. “Berdasarkan permintaan yang sudah masuk untuk 2027, jarak antara suplai dan permintaan diprediksi melebar lebih jauh dibandingkan tahun 2026.”
Kecepatan Cahaya Mashable
Dengan bahasa yang tak terlalu teknis, artinya krisis memori bakal lebih parah tahun depan dari kondisi sekarang. Kabar ini tentu tidak menyenangkan bagi siapa pun selain perusahaan-perusahaan manufaktur memori. Kelangkaan yang berkepanjangan mendongkrak harga sejumlah produk dan menunda peluncuran perangkat lainnya tanpa batas. Contoh: Sony menaikkan harga konsol PlayStation 5 pada Maret lalu, juga Motorola menaikkan ponsel kelas menengahnya pada bulan ini, sementara kita masih enggak punya gambaran kapan konsol Steam Machine terbaru dari Valve akan dirilis—walaupun kontrolernya sendiri bakal tersedia pekan depan.
Sisanya, semuanya berjalan lancar-lancar saja.
Topik: Artifisial Intelijen · Samsung