Pendorong Nuklir NASA yang Ditenagai Lithium Menyala — Uji Coba Perdana di Dunia

Insinyur NASA baru-baru ini menguji sistem propulsi listrik generasi terbaru yang suatu hari nanti bisa mendorong misi manusia ke Mars.

NASA menyalakan prototipe thruster elektromagnetiknya di dalam ruang vakum, mencapai tingkat daya hingga 120 kilowatt—tertinggi yang pernah dicetak dalam pengujian sistem propulsi listrik di Amerika Serikat. Itu lebih dari 25 kali lipat kekuatan thruster listrik di misi Psyche saat ini, yang diluncurkan tahun 2023 untuk menjelajahi asteroid kaya logam.

“Merancang dan membangun thruster ini selama beberapa tahun terakhir merupakan proses panjang menjelang pengujian pertama,” ujar James Polk, penelii senior di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, dalam sebuah pernyataan. “Ini momen besar bagi kami karena tidak hanya thruster bekerja, tapi kami juga mencapai tingkat daya yang sudah ditargetkan. Dan kami tahu kami memiliki tempat uji yang baik untuk mulai mengganngani tantangan dalam meningkatkan skala.”

Menyala

Sistem propulsi listrik menggunakan medan magnet dan arus listrik untuk mempercepat propelan hingga kecepatan tinggi. Menurut NASA, jenis propulsi ini bisa menghemat hingga 90% propelan dibandingkan roket kimia tradisional yang—biasanya—berdaya dorong besar.

Thruster propulsi listrik saat ini mengandalkan tenaga surya untuk mempercepat propelan, mencapai kecepatan tinggi secara perlahan melalui dorongan kontinu yang rendah. Sementara itu, thruster elektromagnetik yang baru diuji NASA menggunakan uap logam lithium. Thruster magnetoplasmadynamic (MPD) bertenaga lithium ini memanfaatkan arus tinggi yang berinteraksi dengan medan magnet untuk mempercepat plasma lithium secara elektromagnetik.

Menurut NASA, thruster bertenaga lithium berpotensi beroperasi pada tingkat daya tinggi, menggunakan propelan secara efisien dan memberikan daya dorong lebih besar daripada thruster listrik yang digunakan saat ini. Setelah dikembangkan sepenuhnya dan dipasangkan dengan sumber tenaga nuklir, MPD bisa membantu mengurangi massa peluncuran guna mendukung muatan yang lebih besar untuk misi manusia ke Mars.

MEMBACA  Hukuman Seumur Hidup untuk Ibu yang Tewaskan Kedua Anaknya

Selama pengujian, thruster listrik tersebut ditempatkan di dalam ruang vakum berpendingin air sepanjang 8 meter di Electric Propulsion Lab JPL. Para insinyur menyalakan thruster dan menyaksikannya mulai beroperasi. Dalam lima kali penyalaan, thruster mencapai suhu lebih dari 5.000 derajat Fahrenheit (2.800 derajat Celcius). Elektroda luar thruster yang berbentuk nosel memancarkan semburan merah menyala, sementara elektroda tungsten di tengahnya bersinar putih terang.

Peneliti senior JPL James Polk mengintip ke dalam fasilitas vakum CoMeT di Electric Propulsion Lab JPL. Kredit: NASA/JPL-Caltech

Tiket ke Mars?

JPL NASA telah mengembangkan thruster MPD selama dua setengah tahun terakhir, berkolaborasi dengan Princeton University dan Glenn Research NASA. Pekerjaan ini didanai oleh proyek Space Nuclear Propulsion NASA dengan tujuan meluncurkn misi manusia ke Mars melalui program propulsi listrik tenaga nuklir kelas megawatt.

“Di NASA, kami mengerjakan banyak hal sekaligus, dan kami tidak pernah melupakan Mars,” kata Administrator NASA Jared Isaacman dalam sebuah pernyataan. “Kinerja sukses thruster kami dalam pengujian ini membuktikan kemajuan nyata dalam pengiriman astronot Amerika untuk menginjakkan kaki di Planet Merah.”
Data dari demonstrasi pertama ini akan membantu menentukan rangkaian uji berikutnya untuk thruster elektromagnetik. Tim tersebut menargetkan pencapaian tingkat daya antara 500 kilowatt hingga 1 megawatt per thruster di tahun-tahun mendatang.

Meluncurkan pesawat ruang angkasa berawak ke Mars mungkin membutuhkan daya hingga 4 megawatt d negara; artinya, Thruster multip- MPD deng an operasi lebih redaktur 23.000 i akanmenimb u lanjut karé na sin yak mentus alit., dana ar te—pel er lu san res. Dalam penguj [am yang sebah de e laman,.” Anda tap di; “te Kan terbawa”,—w mmm t di bumi.”,
Dan baho- hala ga< adal __H so lan Isaac adam a M. Mel In--- Ya ng kan—l mer jadi___!"" So bla langsung ??
“K i t’s ok , Jaadi begin–. [[ to edit dari penguning dalam red **” kitka sed nehn:

Tinggalkan komentar