Peaky Blinders: The Immortal Man, sebuah film baru hasil koproduksi Netflix-BBC yang kini tayang di bioskop AS dan Inggris, merupakan penampilan layar lebar untuk anti-pahlawan Cillian Murphy, Tommy Shelby — seorang veteran Perang Dunia I yang traumatis dan gangster yang brutal. Selama enam musim penuh pertumpahan darah, Murphy telah mengukir legenda Tommy ke dalam tradisi panjang dan membanggakan cerita gangster Inggris. Sebagai penggemar setia serial ini, saya tak sabar melihat bagaimana ia bertransisi ke layar lebar.
Anda tidak perlu menonton serialnya, yang mirip seperti Sopranos era periode dengan logat Midlands khas dan musik rock modern di soundtrack-nya. Dengan eksposisi minimal, film ini dengan cepat memberi Anda semua yang perlu diketahui tentang Tommy dan geng Peaky Blinders — dinamai demikian karena mereka menyimpan silet di dalam topi rata mereka dan melakukan hal-hal yang tak terkatakan dengannya.
Penggemar serial pun tak perlu khawatir — film ini ditulis oleh pencipta serial, Steven Knight, dan disutradarai oleh Tom Harper, yang menyutradarai beberapa episode di musim pertama. Secara stilistik, film ini sangat selaras dengan serialnya. Kekerasan berdarah di pub-pub gelap berkontras dengan visi Tommy yang dipengaruhi candu dan PTSD, bayangan hantu orang mati, dan sihir gypsy supernatural. Atmosfernya sangat khas.
Beruban, berkacamata, dan dihantui keluarga almarhumnya, Tommy bersembunyi di rumah manor kosongnya setelah peristiwa musim 6. Secara harfiah menulis legenda sendiri, ia mencurahkan kisah hidupnya di atas kertas untuk mengusir banyak ‘setan’ dalam dirinya. Putranya yang terasing, Duke (Barry Keoghan), telah mengambil alih kepemimpinan Peaky Blinders dan membangun nama sebagai pedagang perang yang brutal, sementara bom menghujani kota industri Birmingham, Inggris, di awal Perang Dunia II.
Saya kira bukan spoiler untuk mengatakan bahwa, tak lama kemudian, Tommy menyimpan kacamatanya, mengenakan setelan tiga potong dan topi rata khasnya, lalu mengendarai Rolls-Royce megahnya ke Birmingham untuk menghadapi putra yang menyimpang itu. Murphy tetap sama tangguh dan elegan seperti biasa dalam peran ini.
Serial ini selalu menyelipkan tokoh-tokoh dunia nyata, dan saya berharap Tommy akan menyentuh lagi hubungan lamanya dengan Winston Churchill. Namun skenarionya tidak serumit itu. Seorang pengkhianat bernama John Beckett (Tim Roth) berencana mendistribusikan uang palsu Nazi dalam jumlah besar via geng-geng seperti Peaky Blinders untuk menghancurkan ekonomi Inggris. Akankah ia membujuk Duke untuk mengkhianati negaranya?
Roth sangat menjijikkan dan over-the-top dalam perannya sebagai penjahat. Film dibuka dengan adegan ia memuat jutaan uang kertas £5 palsu ke kereta di kamp konsentrasi. Ia menatap kamar dan mencemooh, "Heil fackin’ Hitler," — itu saja yang perlu Anda tahu tentang karakternya.
Pemilihan Barry Keoghan sebagai putra Cillian Murphy adalah sentuhan genius casting. Saya sangat mengagumi Keoghan di setiap penampilannya, dan sebagai Duke, ia menghadirkan cemoahan dingin, kekejaman tak berperasaan, serta kepanikan berkeringat yang terasa nyata saat terdesak.
Produksi ini beranggaran besar, dengan ledakan dan tembak-menembak yang mengesankan, meski skalanya bukan AAA — lebih ke AA yang solid. Satu adegan khususnya menyita perhatian: saat Duke memburu mangsanya di jalanan kota yang hancur, adegan dipotong berulang kali. Film yang lebih ambisius mungkin akan membuatnya dalam satu take panjang. Meski begitu, kostum periode yang indah, terusan berkanal berkabut yang mistis, serta wajah-wajah penuh karaker para pemainnya memberikan identitas visual yang kuat.
Peaky Blinders: The Immortal Man tayang di Netflix mulai 20 Maret. Bila Anda belum akrab dengan serialnya, film ini layak menjadi alasan untuk berlangganan sebulan — tuanglah segelas whiskey ilegal dan nikmati drama kriminal yang seru, bergerak cepat, dengan gaya yang penuh swag. Knight menyatakan film ini adalah "batu loncatan" menuju musim-musim lanjutan serialnya, jadi masih akan ada banyak cerita setelah ini.
Untuk para penggemar — tontonlah di bioskop. Atas perintah Peaky Blinders.