Sistem Magic Magnet dari Pit Viper mempermudah pergantian lensa, bahkan saat mengenakan sarung tangan. Goepper hanya berganti antara dua lensa: lensa hitam untuk sesi siang hari dan lensa bening untuk malam hari. Dengan bidang pandang ultralebar, BN5000 memberikan kesadaran spasial yang lebih tajam saat kecepatan penuh, dan motif api yang mencolok pada tali yang keset juga menambah kesan. “Itu bikin kamu lebih cepat,” candanya, “dan membuat kepalamu tetap nyaman serta hangat di hari-hari yang dingin.”
Speaker Bluetooth-nya
Sony
SRS-XB100 Compact Bluetooth Wireless Speaker
“Saya mendengarkan musik terus-menerus,” ujarnya sambil memperlihatkan Sony SRS-XB100 miliknya. Ukurannya cukup kompak untuk dikaitkan ke tas ransel namun cukup keras untuk menembus angin dan ruang terbuka, dengan bass dalam yang sesuai untuk putaran musik eklektik Goepper. Di hari biasa, itu bisa berarti “Moonwalking” dari Juicy J, “Underclass Hero” dari Sum 41, atau “Satanic Anarchy” dari Kreator.
“Belakangan ini, kombinasi antara metal, hip-hop, dan sesekali lagu country,” katanya. Speaker ini memiliki rating IP67 terhadap debu dan air serta bertahan hingga 16 jam sekali pengisian daya. Itu cukup lama untuk melewati hari-hari latihan dan perjalanan yang panjang. (Untuk info lebih lanjut, lihat panduan kami tentang Speaker Bluetooth Terbaik.)
Foam Roller Murah
Amazon Basics
High Density Foam Roller
Goepper membawa foam roller sepanjang 12 inci untuk merilekskan kaki yang pegal dan otot punggung yang kencang saat bepergian. Alat ini kompak, murah, dan tahan lama. Ditambah lagi, mudah dibersihkan, sebuah fitur yang sering diremehkan ketika Anda bolak-balik antara hotel dan ruang ganti. “Tip bonus,” tambah Goepper, “Ini bantal yang bagus kalau Anda pernah terjebak di bandara.”
Daftar Bacaan
Courage Is Calling: Fortune Favors the Brave
“Saat bepergian, saya punya banyak waktu menunggu, dan saya suka membaca,” kata Goepper. Saat ini, yang dibacanya adalah *Courage Is Calling*, renungan stoik Ryan Holiday tentang ketakutan, keberanian, dan kepahlawanan. Dengan merujuk tokoh-tokoh seperti Florence Nightingale, Charles de Gaulle, dan Martin Luther King Jr., buku ini membingkai keberanian sebagai praktik harian, bukan sifat kepribadian. Bagi seorang atlet yang pernah mundur, kembali lebih kuat, dan belajar berkompetisi dengan caranya sendiri, buku ini adalah teman yang tepat.
Dapatkan kekuatan dengan akses tak terbatas ke WIRED. Dapatkan laporan terbaik dan konten eksklusif pelanggan yang terlalu penting untuk diabaikan. Berlangganan Sekarang.