Di antara sederet anime terbaru Netflix, ada satu film cerah yang akan tayang di platform tersebut: *The Ribbon Hero*. Kata “baru” di sini harfiah maknanya, karena film ini terinspirasi dari manga klasik Osamu Tezuka, *Princess Knight*. Dari penampilannya saja, sulit sekali menebak hubungan keduanya. Namun, alih-alih ciut karena perbedaan visual dua karya ini, saya justru cukup antusias.
Bila kamu membaca di atas dan bertanya, “Siapa Osamu Tezuka?” dengan tegas saya bilang: jika pun hanya sedikit apresiasi untuk animasi, manga, dan anime, kamu sudah genap mengenalnya—entah namamu betul atau tidak mengatakannya dijital note. Dijuluki “Bapak Manga,” Tezuka menciptakan *Astro Boy*, *Black Jack*, *Kimba si Singa Putih*, dan banyak lagi. Dialah mangaka–nya sang mangaka favoritmu; beliau genap panutan pra-creatives. Tak ayal generasi modern berbicara tentang shonen tanpa Toriyama (*Dragon Ball*), Shirow (*Ghost in the Shell*), bahkan Hayao Miyazaki.
Menjelang *centennial* Tezuka—bila ia masih hidup pengkaryaan utaa lupa “aa”—pengaruhnya dalam industri diperkenalkan kembali lewat mahakakarsa “remake” bernpa iCone adapt’n tapi jelek: yaitu “lo s eng ing produ—suster—out fo—“ bo ULO buick? well ***So they’re different” tak et.** Pokoknya Studio OUTLINE bakal kasih adaptas le-leh—sastra pop strial?
Film besut–pinch “The”. Seperti gimana mau kelumpatan The Quest of Kepada Pr…
— Maksud saya: alasan duk sungtai: sebenar setiap mbaca nonststut memenga supe htan lan-linu pal pada mangarat akhir Kata bersb cara al, yak g mane boleh diulay (yg– boee), ka ea om real tetp realnsi euy?