Nina Raemont/ZDNET
Ikuti ZDNET: Tambahkan kami sebagai sumber pilihan di Google.
—
Intisari ZDNET
- Oura mengakuisisi Doublepoint, sebuah perusahaan gesture AI.
- Oura Ring generasi berikutnya berpotensi memiliki pengenalan suara dan gestur.
- Oura menyatakan suara dan gestur akan menggerakkan wearable AI masa depan.
—
Akuisisi terbaru Oura mengisyaratkan bahwa perusahaan smart ring ini bisa menambahkan kontrol gestur dan suara pada wearable mendatang. Oura mengumumkan pada Kamis bahwa mereka telah mengakuisisi perusahaan pengenalan gestur berbasis AI, Doublepoint.
Doublepoint yang berbasis di Helsinki merancang teknologi pengenalan gestur berbasis biometrik untuk headset AR dan smartwatch. Oura menyatakan tim Doublepoint akan menjadi "inti" dalam perancangan dan pengiriman pengalaman berbasis AI dari Oura.
"Seiring kami membangun era berikutnya untuk Oura, akuisisi strategis memainkan peran kunci dalam mempercepat pertumbuhan kami dan memperluas kemampuan perangkat serta platform kami," ujar CEO Oura Tom Hale dalam siaran pers.
Baca juga: Pesaing terdekat Oura baru saja meluncurkan ring baru dengan baterai 15 hari – namun ada catch-nya
Sekilas melihat kit pengenalan gestur Doublepoint menunjukkan bahwa perusahaan ini telah mengembangkan deteksi pinch menggunakan smartwatch yang dikenakan di pergelangan tangan yang dipasangkan dengan teknologi eye-tracking di headset. Mereka memiliki teknologi yang dapat mendeteksi momen tepat saat seseorang menyatukan jarinya.
Potensi Aplikasi Teknologi Ini
Oura dapat memanfaatkan teknologi ini dalam beberapa cara. Dapat terintegrasi dengan smartphone, seperti yang dilakukan Samsung dengan Galaxy Ring-nya, untuk mengambil foto dengan menjepitkan jari manis dan ibu jari. Dapat juga terintegrasi dengan perangkat smart home untuk mengontrol lingkungan ruangan atau musik dengan memutar jari manis seperti tombol volume, seperti yang diperlihatkan demo di situs Doublepoint.
Baca juga: Oura membangun AI kesehatan wanita menggunakan penelitian klinis – cara mencobanya
Oura menyatakan dalam siaran pers bahwa fase berikutnya dari wearable AI akan digerakkan oleh kombinasi suara dan gestur. Apakah Oura mengimplikasikan bahwa aktivasi suara bisa hadir di smart ring generasi berikutnya? Kasus penggunaan untuk aktivasi suara pada smart ring sangat banyak, termasuk pencatatan gejala dan suasana hati, pelacakan diet, dan inisiasi chatbot. Nyatanya, merek smart ring lain, seperti Luna, telah menambahkan aktivasi suara pada produk mereka, meskipun aktivasi suaranya dipicu oleh Siri melalui earbud atau mikrofon ponsel — bukan melalui ring-nya sendiri.
Ring sedang menjadi pilihan bentuk faktor untuk era berikutnya wearable AI. Ada Pebble Index 01 dan Stream Ring, dua wearable pencatat catatan dan pengatur pikiran yang dilengkapi mikrofon untuk merekam pemikiran dan mencatat di aplikasi pendampingnya.
Baca juga: Smart ring favorit saya di CES bukanlah pelacak kesehatan
Tentu saja, ini semua masih spekulasi, dan kita harus menunggu perilisan Oura Ring 5 untuk melihat ide-ide ini terwujud.